Prolog

226 9 0
                                        

Tahun ajaran baru, baru saja dimulai. Dan itu berarti, kini Nata dan sahabat-sahabatnya sudah bukan lagi siswa-siswi kelas 11, melainkan kelas 12. Entah waktu yang berlalu begitu cepat, atau mereka yang terlalu menikmati kebersamaan itu hingga mereka tak menyadari jika waktu memang berjalan begitu cepat.

Sejak beberapa menit lalu, Nata bersama siswa-siswi lainnya tampak serius mencari nama mereka di mading, untuk mengetahui di kelas mana mereka di tempatkan. Dan sedetik kemudian, Nata bersorak gembira begitu ia dan Nara ditempatkan lagi di kelas yang sama. Sementara Nara yang melihat tingkah Nata, hanya menggeleng pelan.

"Mau ke kelas sekarang?" tanya Nara setelah selesai merayakan kesenangannya.

Dengan cepat Nara mengangguk, sebagai jawaban.

"Ya udah yuk!" ajak Nata yang kemudian merangkul bahu Nara.

Keduanya berjalan bersisian menyusuri koridor yang ramai. Begitu melihat papan di atas pintu yang bertuliskan 12 MIPA 4, keduanya langsung memasuki kelas itu dan memilih tempat duduk yang berada di baris ke dua dari belakang, di sisi kanan.

"Nata, Nara, Lo berdua di kelas ini juga?" Pertanyaan yang dilontarkan Ferdi yang baru saja memasuki kelas bersama Dinda, sukses membuat Nara dan Nata menatap ke arah mereka dan mengangguk bersamaan.

Namun sedetik kemudian, Nata melompat dari kursi yang didudukinya dan berjalan mendekati Ferdi untuk berhigh-five dengan laki-laki itu.

Sementara Nara dan Dinda hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya.

"Heh, Lo berdua high-five nggak ngajak-ngajak," ucap Darwin tiba-tiba, yang baru saja memasuki kelas bersama Hendra.

"Lo berdua di kelas ini juga?" tanya Nata, dengan senyum sumringah yang tercetak di wajahnya.

Hal itu tentu saja membuat Darwin dan Hendra ikut tersenyum. "Yoi!" respon keduanya seraya menaik-turunkan kedua alisnya.

Karena merasa senang, keempatnya pun secara kompak melakukan beberapa gerakan dari Fortnite Dance Challenge.

Sementara tanpa mereka ketahui, Nara dan Dinda sedang menahan malu melihat kelakuan pacarnya. Ya Tuhan, pacar gue gitu amat.

Gimana menurut kalian, prolognya?
Jangan lupa tinggalkan jejak yah!
Sampai ketemu di part selanjutnya!!!

Bogor, 14 Maret 2019

NataWhere stories live. Discover now