Pernah setiap antara kita merasai kesan-kesan luka hidup. Dikoyak, direntap, didera dimaki Haha - Kau sedar ? Dalam setiap yang kita lalui, Tersirat selautan hikmah. Ada tahu, ada tidak. Kemanisan diuji ? Bergula atau peria. Apabila ujian itu hadiah, kita masih berduka atau tersenyum semula ?
Dicelah dedaun kering
tidak masanya gugur lagi
anak mata bertarung cahaya
dimanakan nampak hikmah
yang didarat tersejat ke awanan.
Ketika dedaun kering mulai gugur
dan ketika matahari mulai sembunyi malu
nampakkah mata akan nikmat redupnya
bila mula dapat memandang tanpa silau.
Adalah pengalaman yang mematangkan manusia. Menerima dan berlapang dada tidak mudah namun lega bila mengenangkannya. Mensyukuri yang ada, memberi bila berlebihan dalam memiliki, menerima dengan balasan doa kepadanya.
YOU ARE READING
Tinta Biru
PoetryTinta Biru adalah kata-kata yang tak larat lagi aku sebut di lidah. Lahir dari jiwa yang bongkak dan akal yang sombong. Dari pandangan cetek seorang gadis yang terlalu jelak dengan kepuraan.
