prolog

28 5 0
                                        

Gadis berambut panjang lurus itu sedang berjalan menuju rumahnya dengan lesu

Kepalanya menunduk,bahunya turun,matanya sudah berkaca kaca,dan langkahnya sedikit ia seret

Ia tidak ingin pulang ke rumahnya. Ia ingin di sekolahnya saja.Bertemu,bermain,belajar,berbincang,dan makan bersama teman temannya itu lebih menyenangkan daripada harus pulang.

Tetapi ia harus tetap pulang. Karena waktu belajar di sekolah telah usai. Dan kalau dia tidak pulang maka pengawal ayahnya akan mencarinya dan menyeretnya pulang. Ia benar benar tidak mau hal itu terjadi

Dia sedikit mempercepat langkahnya karena matahari sudah akan pulang ke tempat peristirahatannya. Dia tidak mau kalau bulan menemaninya berjalan. Oh tidak. Itu mengerikan bagi seorang anak perempuan sma berjalan sendirian di jalanan sepi sewaktu malam

Ia sudah sampai di depan gerbang rumahnya. Satpam yang menjaga gerbang rumahnya itu membuka kuncinya dan menodorong gerbangnya agar anak gadis tuannya itu masuk.

"Sore nona" ucap satpam rumahnya sambil tersenyum ramah

"Sore juga pak. Saya masuk dulu ya pak" balas gadis tersebut

Satpam tersebut pun mengangguk mengiyakan

Baru ia akan melangkah kedalam halaman rumahnya tiba tiba ada seekor kucing yang menempel dikaki kirinya. Ia mengelus eluskan kepalanya di kaki putih gadis tersebut

"Eh" ucap gadis bertubuh mungil tersebut

Dia sedikit terkejut kemudian tersenyum. Gadis itu berjongkok menghadap kucing tersebut dan mengelus kepala kucing tersebut dengan lembut

"Dimana pemilikmu kucing gendut? Kenapa kau bisa sampai kesini? Apa kau tersesat?" tanya gadis itu

Tetapi kucing gendut berbulu tebal oranye putih tersebut hanya memiringkan kepalanya dan menatap seorang gadis yang tengah bingung di depannya.

"Kenapa kau menatapku seperti itu dasar kucing gendut? Pulanglah ke rumahmu. Majikanmu pasti mencarimu dan mengkhawatirkan mu karena kau tak pulang. Aku tidak mau jika majikanmu nantinya menuduhku sebagai pencuri kucing kesayangannya. Pulanglah"ucap gadis perempuan tersebut. Walaupun ia tahu akan sia sia berbicara pada kucing imut didepannya itu

Kucing tersebut memiringkan kepalanya seperti tadi dan terus menatap gadis tersebut sambil melebarkan matanya dan mengatakan seolah 'ayolah pungut aku,aku tidak punya rumah dan majikan. Bagaimana jika aku mati dijalanan? Bukankah aku manis? Tolong adopsi aku nonaa...'

Gadis itu tampak mengernyitkan alisnya dan kemudian berfikir apakah ia akan memungut kucing itu atau menyerahkannya ke tempat penampungan hewan

"baiklah. Aku menyerah dasar kucing jelek. Aku akan mengadopsimu. Tetapi jika kau nakal padaku dengan membuang kotoranmu sembarangan di rumahku,aku akan menyerahkanmu ke tempat penampungan hewan. Kau mengerti kucing jelek?" ancam gadis itu. Tetapi yang diancam hanya mengeong saja seolah dia mengerti apa yang baru saja diucapkan gadis tersebut

Gadis itu mengangkat kucing tersebut keudara. Menatapnya sebentar dan merengkuhnya ke dalam pelukan sambil terus menggedongnya dengan kedua tangan

Kucing itupun seolah mengerti bahwa ia sudah diterima oleh gadis itupun mendusel duselkan kepalanya manja ke dada gadis yang sedang memeluknya

"Oh lihat kau mulai bersikap manja padaku dasar kucing jelek. Baiklah ayo kita masuk. Aku akan membersihkanmu lalu memberimu makan dan setelah itu kita tidur oke?" ucap gadis tersebut sambil berjalan menyusuri halaman rumahnya menuju pintu utama rumah mewah dan besar yang ia tempati tersebut

Sementara satpam tadi yang berdiri di dekat pintu gerbang rumah tersebut hanya menatap heran punggung anak gadis tuannya yang telah menghilang di balik pintu rumah tersebut dengan heran. Ah entahlah pikirnya

___
TBC

Hae hae...😂👋
Jangan lupa vote dan komen ya...
See you in next chap guys😄👋

My Sweetie Cat  ||Park Jimin||Histórias para pegar e não largar. Descubra agora