Disaat dimana kamu bersenang-senang karena keinginanmu sudah tercapai, disitulah terkadang kita lupa bagaimana nasib mereka yang tidak sebaik nasibmu.
Nara, gadis kecil berambut panjang yang tidak terlalu menyukai keramaian sedang tidur di kamarnya. Saat itu, awan gelap mulai menutupi langit yang cerah. Matahari yang terik pun telah disembunyikan. Nampak beberapa air sedang berjatuhan dari langit. Dari tetesan kecil yang tak terdengar hingga menjadi tetesan deras yang terdengar seperti diguyur batu.
Nara yang mulai memasuki alam mimpinya itu melihat sesuatu yang aneh. Di mimpinya ia seperti tertimpa suatu bencana alam yang sangat dahsyat. Ia mulai terbangun dari mimpinya, Nara pun sentak kaget karena dikiranya ia tidur malam hari dan ia bangun kesiangan untuk pergi ke sekolah.
Karena mimpi Nara terlalu nyata baginya, ia pun terus-terusan kepikiran hingga beberapa hari setelahnya.
Nara, bisa dibilang dia gadis kecil unik dengan kemampuan yang dianggap tidak biasa. Kebanyakan orang pikir dia sering berimajinasi. Tapi nyatanya tidak.
Sebenarnya ia bungkam tentang cerita mimpinya itu, tetapi dengan hati tulus ia mulai bercerita .
Nara mulai berada di sebuah tempat yang dikenalnya, yaitu rumahnya sendiri. Ia berada disana bersama ibunya , kakanya dan juga seorang teman laki-laki sekelasnya.
Nara bingung dengan sekelilingnya, semua terlihat aneh dan panik.
Terdengar teriakan seseorang yang mengatakan bahwa sepupunya sudah meninggal dirumahnya sendiri, tetapi tidak ada bangkai ataupun jasad yang ada dirumahnya itu.
Ia pun terikut panik. Hingga akhirnya ada air yang sangat tinggi sekitar 5 meter menerjang masuk kerumahnya, ia pun tenggelam begitu pula dengan orang yang disekitarnya.
Suara tenggelam pun terdengar nyaring ditelinganya, ia nyaris tidak bisa bernafas. Ia mencari keluarganya di dalam air tersebut. Setengah pasrah terasa ditubuhnya, hingga akhirnya air itu keluar dari rumahnya.
Ia pun memanggil manggil orang terdekatnya, bukan hanya ia. Banyak orang diluar sana juga memanggil nama-nama orang yang tak dikenal oleh Nara.
Nara yang merasakan kejadian itu hanya bisa diam seribu bahasa.
Setelah kejadian itu, Nara dikurung kakaknya disuatu tempat dan saat itu juga air mulai masuk lagi kedalam rumahnya, Nara tidak tenggelam namun kakak,ibu,dan temannya tenggelam.
Setelah kejadian itu, temannya Nara menghilang. Dan hanya menyisakan Ia, ibunya, dan kakaknya.
Air mulai keluar dari rumahnya, Nara mulai bergegas keluar dari rumahnya untuk melihat keadaan sekitar. Banyak rumah yang sudah roboh dan banyak korban berjatuhan.
"Gelap" kata itu terlontorkan dari Nara karena setelah ia melihat keadaan diluar rumahnya tidak ada lagi Nara melihat kejadian itu. Sebuah suara mulai datang kepadanya dan berkata,"Kamu seharusnya sudah bisa bersyukur. Masih banyak orang yang kesulitan daripadamu.
Seperti kejadian itu, aku sudah menggambarkan kepadamu bagaimana semesta lain bertindak. Sulit bukan? Kamu sudah melihat dan mendengar bagaimana keadaan mereka. Lantas apa yang membuatmu masih belum bisa bersyukur?".
Begitulah kata Nara, ia mulai lupa atas kejadian mimpinya itu. Seolah-olah ada kata yang ingin diucapkan tapi terlupakan. Mungkin kata itu tidak bisa dibagikan kepada orang kebanyakan. Tapi tidak salahnya untuk mengingatkan.
*Ini bukan untuk menakut-nakuti ataupun sebagainya. Jadilah manusia yang baik dan bijak dalam memilih. Selamat membaca.
#prayforPalu
#PrayforDonggala
#IndonesiaBangkit
#SelamatkanDunia
28September2018
Jangan lupa voment:)
YOU ARE READING
Lessons
Mystery / ThrillerTidak ada kata terlambat untuk mengetahui segalanya, bukalah lembaran itu dan pelajarilah maknanya.
