Prolog

23 6 0
                                        


     Setia pada mimpi itu wajar, karna pada dasarnya, mimpi itu lebih indah dari kenyataan.

                                   ~Pemimpi Setia.

"Push up 15 kali!"Suara jeritan bercampur makian itu terdengar di penjuru lapangan SMA Negeri di bandung.

"Siap!Izin ambil posisi kak!"Para Siswa tahun ajaran baru mengatakan kalimat tersebut dengan segala rasa yang sudah tercampur aduk.

"Izin!"Jawab Salah satu senior yang di duga merupakan seorang pemimpin.

Para Siswa baru mulai melakukan Push up secara bersamaan dengan sisa tenaga yang mereka miliki.

Baru setengah jalan, tiba-tiba terdengar suara yang benar-benar membuat para Siswa baru menghela nafas dengan kasar.Bahkan ada  dari mereka yang secara terang-terangan mengucapkan sumpah serapah untuk 'calon' senior itu.

"Ulang!"Kata orang tersebut.

                   Vvvv•••••••••••vvvV

"Lo serius yan?tembus?"kata seorang cewek dengan nada penuh khawatir.

"Iya Nes, sumpah!"

Dia adalah Nesya Aurellia Pevita, seorang cewek dengan sejuta senyum di wajahnya.Merupakan sosok cewek yang ramah, mudah bergaul, dan moodnya yang mudah berubah.

"Ish, jadi gimana dong?Aghhhh sial banget gue!"Saat ini kesabarannya  benar-benar ada di titik terakhir.

Nesya pov.

Gimana enggak, coba?Sekarang masih pukul 9 dan gue kedatangan tamu bulanan, Malah tembus lagi.Kami  baru pulang Jam 2 Siang.Dan Jam 10 nanti ada Ujian tes untuk nentuin gue bakal masuk jurusan IPA atau IPS.

Dengan segala keterpaksaan yang ada, gue ngesot-ngesot di lapangan biar bisa nutupin itu bercak darah.Sumpah gue persis kayak anak kecil yang nggak di beliin Ice cream sama mamaknya, Gilak!

"Nesya!Jangan bodoh deh, lo itu udah bukan anak SMP lagi!"Kata Yana sambil menarik paksa tangan gue.

Gue mendengus kesal"Aduh yan, lo gilak?Ini bercak darah kalok keliatan anak lain gimana?"

"Ya jangan gitu juga Nesya!"kini Icha ikut bicara.Fix ga ada yang ngebela gue.

Sekarang kami sedang melaksanakan tes untuk ngambil jurusan antara IPA dan IPS.
Sumpah ini perut gue sakit banget astaga, gimana caranya gue konsentrasi coba?

Tes di adakan secara 5 tahap.
Sekarang sudah pukul 12.45
Dan dari pagi kami belum di kasih istirahat sama sekali.

Kebayang gak sih gimana sekarang?

Gue mutusi untuk jawab semampu gue.Mau masuk IPA kek, IPS kek, gue gak perduli!

"Yan, laper ikh!dari pagi kita gak ada makan Yana!"gue merengek ke Yana sekarang.

Yana menoleh, lalu menghembuskan nafasnya"Ya mau gimana lagi Nesya?"Oke, gue ngerti dia pasti kesel juga.

Gue cuma bisa merengut gak jelas.

"Dek, ambil roti sama teh nya!Dalam hitungan ke-10 semua harus udah duduk rapi kayak gini!"Kata salah satu senior gue."Mulai dari sekarang, 1!"
Tuh kan, ngeseli.Ngambil bekal aja di hitung, duduk di hitung, bediri di hitung untung pas lagi BAB juga gak di hitung.

Sekitar 10 menit kami makan, tiba-tiba ada panggilan buat Apel siang.Kami buru-buru banget di situ, jadinya gak terkejar waktu di hitung sampek sepuluh dan sekarang........

SobrevivirHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora