Suara ombak yang bertabrakan dengan batuan di tepi pantai menyadarkan lamunan Syima. Rasa nyaman yang ia rasakan membuatnya terbuai dengan suasana indah lautan yang terpampang di depannya.
Dengan hati-hati ia melihat ke arah Andi yang sedang duduk disampingnga itu. Dilihatnya Andi sangat menikmati angin yang berhembus kearah mereka. Pandangan syima kembali ke depan dan berkata "suatu saat nanti akan tiba masanya ketika aku kesini bukan bersamamu lagi . Dan akan ku ulang memori-memori indah yang pernah terjadi di tempat ini bersamamu." Sontak Andi menengokan kepalanya menghadap syima yang memejamkan matanya . Andi merapikan rambut poni syima kebelakang telinganya dan mengecup pipi syima dengan sangat lembut dan penuh rasa sayang. Syima memang sudah terbiasa di perlakukan demikian. Hubungan mereka yang sudah hampir 6 bulan itu membuat kebranian dihati syima untuk meyakinkan dirinya bahwa Andi benar-benar mencintainya dengan tulus. Namun entah kenapa dia sedikit menyimpan keraguan ketika menelusuri bola mata Andi yang terlihat sayu akhirakhir ini.
"Kenapa?" Andi bertanya ketika syima menghadap kearahnya. Mata coklat milik syima selalu memberikan kehangatan dihati Andi . Syima menggeleng pelan seolah ia tidak ingin memperpanjang pembahasan nya yang lalu . Cukup lama mereka duduk bersama dalam keheningan . Andi melirik jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan jam 5.15. "Mau pulang?" Tanya andi lembut. Syima menatap Andi namun tak berniat membalas pertanyaan andi "kalo suatu saat nanti aku yang pergi ninggalin kamu karna alesan tertentu apa kamu bakal nglepas aku? " Hembusan nafas kasar terdengar oleh telinga syima.
"Aku mungkin akan mati ketika kamu pergi, karna aku sudah terlanjur mencintaimu dengan seluruh raga dan jiwaku. Bahkan ketika aku sudah tidak bisa bernafas lagi, aku pastikan hati ini masih mencintai kamu." Jelas Andi.
Syima hanya menundukan kepalanya menyesal karna lagi dan lagi dia meragukan perasaan andi terhadapnya. Pikirannya berkecamuk kesana kemari, bingung harus mengatakan sesuai kata hatinya atau mengikuti egonya. Melihat syima yang hanya diam mematung membuat andi gemas dan menarik bahu syima agar sedikit menghapus jarak diantara mereka . Manik mata syima menatap andi yang tersenyum usil kepadanya. Tanpa disadari Andi sedang mengambil gambar dari arah samping tubuh mereka yang sedang berhadapan dengan jarak yang sangat tipis. "Aaaandiiii" Syima mencubit gemas pipi andi yang sedang tertawa lepas melihat kelakuan pacarnya itu.
Syima berhembus kasar mengingat bagaimana masalalunya yang sangat menyenangkan itu.Tidak disadari waktu terus berlalu. Senja perlahan menghilang seolah ditelan bumi berganti dengan petang dan angin yang semakin kencang .Dia merapikan kerudungnya yang terobakabik oleh terpaan angin laut. Dulu Syima selalu bahagia menikmati pemandangan itu. Namun sekarang semuanya terasa pahit. Dia sadar, kesalahannya dimasalalu sangatlah fatal. Dan dengan sekuat tenaga bersama dengan umur yang tersisa syima berjanji kepada dirinya sendiri untuk memperbaiki semuannya. Dengan berat hati ia menyeret kedua kakinya meninggalkan tempat itu. Tempat yang sangat nyaman dan memliki sejuta kenangan untuknya. Menyimpan pembelajaran tentang kehidupan yang sekarang syima jalani.
Thanks.
YOU ARE READING
Seashore
Teen Fictioncerita ini cocok buat kalian yang lagi nyaman sama hubungan pacaran . Ada pembelajaran tersendiri bagi yang menghayati ya guys. selamat membaca. Add and follow my accunt
