Namaku adalah Fanya siswi SMA dikota Brebes, wanita pengagum senja dan hujan. Aku suka senja datang walau terlalu cepat berlalu dia mampu membuatku nyaman dengan warnanya yang hangat dan aku suka hujan karena dia menenangkan hatiku dengan suara gemuruh airnya yang riuh, dengan segarnya udara yang menjadi dingin membuatku malas beranjak bangun dari tempat tidur.
***
"Ahh malas sekali bangun pagi andai tiap hari
adalah hari minggu pasti enak" ucapku dalam
hati
"Fanyaaa bangun ayoo mandi lalu shalat
jangan malas malasan" teriakan ibu dari
dapur
"Iya bu, ini udah bangun"
"Kamu ini! Perempuan tapi kok bangun siang"
ibuku yang ngedumel sendiri
"Iya maaf nanti nggak gitu lagi" kataku
Sesudah makan aku kesekolah naik angkutan umum. Melakukan kegiatan membosankan tiap harinya namun dibalik sebuah rasa bosan yang kian menghantui ada seseorang yang harus kuperjuangkan dimasa depan nanti. Mentari masih melamun, memikirkan satu per satu kepingan indah yang sempat terpancar di balik gorden rumahku di Kota Brebes.
***
"Huaaa sudah jam 7 semoga saja gerbang
belum ditutup"
*Gubraakkk
Seorang cowo yang tak sengaja aku tabrak karna aku yang sedang melihat jam di hp
"Woy ati ati dong kalo jalan!"
"Oh ya maaf aku nggak lihat, udah ya ini udah
bel masuk"
"Tunggu lu kelas mana! " tanya dia
"Sebelasss" teriakanku meninggalkannya
Setelah bertabrakan dengan cowo satu sekolah yang tak kuketahui namanya, aku berlari menuju kelasku yang terletak paling ujung dan paling atas. Menyebalkan memang, kalau udah siang harus lari jauh dari gerbang belum lagi harus menaiki tangga 2 lantai.
***
"Kurang siang Fan" kata lia
"Apaan sih lu capek nih gua, naik tangga, lari
lari mana ketemu cowo rese yang nggak
sengaja gua tabrak depan gerbang"
"Serius lu? Siapa cowonya cogan bukan?"
"Yehh mana gua tau kenal aja kagak"
"Lah kok bisa?"
"Bisa aja lah yaa. mana neriakin guaa, tau ahh
nyebelin pokoknya"
"Yah aturan lu kenalan dulu abis kenal, lu
kenalin deh ama gua hahaa"
"Ngelantur lu, belajar yang rajin sonoh biar
jadi orang sukses. Katanya mau sekolah di
oxford, buktiin dong jangan Cinta cintaan
mulu"
"Iyaa Fanya bawel, doain gua ya moga bisa
kesana"
"Aminnn"
"Dan lu bisa jodoh ama yang lu tabrak tadi
hahaha"
"Idiiihh apaan" jawabku dengan lirikan sinis
10 menit berlalu Akhirnya wali kelasku datang, beliau ingin memberikan informasi tentang pts (penilaian tengah semester) yang akan kami hadapi senin besok.
"Anak anak besok senin kalian akan
menghadapi pts, ibu harap kalian belajar
dengan rajin supaya bisa memberikan yang
terbaik bagi diri kalian sendiri dan juga ibu
yang sukses membina kalian"
"Iyaa bu" jawab teman sekelasku
"Ibu akan membagikan kartu ujian, janganlupa
bawa kartu ini sebagai syarat untuk mengikuti
ujian"
Dan wali kelasku memanggil nama kami satu persatu sembari membagikan kartu ujian. Dan ketika namaku disebut
"Fanya oktavianti"
Aku maju kedepan mengambil kartu ujianku, kulihat ruang yang kudapat adalah ruang 24 dekat kantin
"Lu satu ruang ama gua kagak nya?" tanya si
indah
"Enggak ndah, gua ruang 24 kalau lu 25
yakan?"
"Iyaa, kita pisah nya padahal gua mau nanya
b.inggris nanti ke elu"
"Heh.. Buntutnya gak enak"
"Wkwk kan emang gitu dari kelas 10"
Aku dikelas memang anak yang paling diandalkan di mapel b.inggris nilai ku selalu diatas rata-rata diantara mereka karena memang dari sd aku sudah mengikuti berbagai macam les b.inggris sampai sekarangpun masih, dan dikelas pun aku yang paling suka nulis entah itu cerpen atau puisi. Tapi semua yang aku capai tak lantas membuatku besar kepala, karena aku tahu diatas langit masih ada langit yah.. bagiku jangan ada kata bosan dalam belajar.
YOU ARE READING
Luka Semesta
RomanceSebuah cerita melulu tentang semesta yang isinya hanya ada sang luka
