Entahlah apa yang membuatku jatuh hati padamu. Senduku seketika larut dalam kopiku dan berganti dengan syahdu, hangat bak Ibu memandu dan lembut sesuai iramamu.
Arti makna penghanyut dari selang sebulan itu terukir jauh kedalam nadiku.
Apakah kita dapat menjadi dua orang yang saling?
Aku pernah bertanya, lalu kau hadir tapi tidak berperan sebagai jawaban. Mungkin aku yang terlalu. Dan apakah cuma aku yang terlalu?
Dan tetapi ketika waktu itu berlalu, kita kembali membisu seperti takkan lagi bertemu.
YOU ARE READING
Kopi dan Sendu
PoetrySendu tak kan berlalu hingga waktu bertemu. Akankah kita akan saling menunggu?
