Mengejarmu dalam diam sama saja berlari diatas paku yang tajam. Sakit. Tapi aku tak pernah mencoba untuk berhenti, kecuali kamu yang meminta.
-Almeera Eleanor Greyson
•••
" Coba deh lo beli sandwich kelas XII IPA 6, rasanya beeehh, mantap jiwa. " komentar Hellen.
" Lebay lu dugong." jawab Rechel.
Hellen menyenggol bahu Rechel " Ah lu ma."
" Kamu ngomong gitu karena itu kelasnya Fico kan? " sahut Viona.
Hellen terlihat memanyunkan bibirnya " Emang apa lagi. "
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kelas, untuk beristirahat karena sejak pagi mereka meninggalkan kelas untuk mengelilingi sekolahnya yang tengah mengadakan even besar. Yaa, ini hari dimana sekokahnya 'berulang tahun'.
Banyak sekali acara yang di adakan, seperti pertandingan basket, voly, futsal, bazar, perlombaan, dan masih banyak lainnya.
Sekolah milik keluarga Gideon itu tidak menyewa tempat, melainkan tetap mengadakan acara di sekolah. Karena di sekolah itu sudah ada fasilitas yang memadai.
Sesampainya di kelas mereka duduk di bangku masing-masing. Keadaan kelas cukup sepi, tersisa tujuh orang termasuk mereka bertiga dari empat puluh murid di kelasnya.
" Btw, Al dimana? " tanya Viola.
" Ngga tau deh, mungkin lagi sama Melvin. " jawab Hellen.
Kemudian keadaan menjadi hening, mereka disibukkan dengan ponsel di tangan masing-masing.
•••
" Bentar lagi pertandingan dimulai?"
Melvin mengangguk satu kali ketika Al bertanya.
Al tersenyum " Semangat ya, aku yakin kamu bisa. "
Tangan Melvin berpindah ke atas kepala Al, mengacak rambut Al pelan.
" Liat kan? "
Kini Al menggeleng, pertanda ia tak melihat Melvin saat tanding nanti.
Melvin menghembuskan nafasnya pelan, ia tau jawaban apa yang akan diberikan Al.
Melihat Melvin diam dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan, Al berkata " Mukanya jangan datar gitu dong. Yang jadi supporter kamu banyak kok, ngga ada aku bukan masalah yang besar. "
Menunduk, Melvin menggenggam tangan kanan Al dengan kedua tangannya.
"Kamu hari ini cantik." kata Melvin tulus, tangan kanan nya terangkat, menyelipkan helaian rambut Al yang bebas ke belakang telinga.
Alis Al mengerut " Yang kemarin kemarin jelek dong? "
" Kamu cantik, sampai kapanpun. "
Untung mereka berada di dalam lapangan indoor, tepatnya di dalam ruang ganti para pemain. Keadaanya terbilang sepi. Hanya beberapa orang yang pergi untuk berganti saja.
" Pertandingan selanjutnya, antara SMA Angkasa melawan SMA Golden Star."
Tepuk tangan riuh para siswa siswi SMA Golden Star terdengar sangat keras. Sorakan-sorakan dari mereka mendominasi lapangan yang berada di dalam ruangan itu semakin riuh.
Genggaman tangan mereka terlepas.
" Semangat. " kata Al dengan mengangkat tangannya yang terkepal.
Mengangguk sekali, Melvin berjalan meninggalkan Al di dalam ruangan itu sendirian. Dalam diam Al meneteskan air mata.
YOU ARE READING
Muffed
Teen Fiction# Teenfiction " Terimakasih telah datang lalu pergi." -Almeera Eleanor Greyson Menempatkan diri pada keadaan yang tak terduga itu sulit. Sesulit menyadarkanmu pada kesalahan yang kau buat. Dan dengan tenangnya kamu tetap pada keadaan yang sama. M...
