Satu💖

30 6 6
                                        

APAA?? DIJODOHIN??" Itulah jawaban Amira saat ibunya membahas tentang perjodohan Amira dengan laki-laki yang Amira sama sekali tidak mengenalnya

"Iya sayang, ayah dan mamamu sudah memilih pasangan untuk mu, dia anak dari sahabat ayah dan Mamamu waktu Sma"Kata ibuku sambil tersenyum.

"Oh ayolah Ma, aku ngak mau dijodohkan seperti itu"Kata ku sambil memasang muka sedih, tapi percayalah mereka tidak luluh sama sekali, Jahat kan mereka? 

"Lagiankan Ami masih sekolah mah, Ami malu sama teman-teman Ami kalau mereka tau Ami sudah nikah"kataku hampir nangis.

"Ngak sayang, Keputusan kami sudah bulat untuk menjodohkan kalian, calonmu itu anak yang baik sayang,  mama yakin dia bisa menjagamu "Kata Mamaku sambil mengelus kepalaku. 

"Kalian Jahat"Kataku sambil beranjak dari sofa untuk menuju kamarku
.
.
.

"Morning mam, morning yah"Kataku sambil mencium pipi mereka

Oh yah aku anak tunggal, ayahku seorang CEO terkenal se-indonesia dan ibuku hanya ibu rumah tangga,walaupun begitu aku tidak memanfaat uang ayahku untuk berfoya-foya, aku juga ngak suka shopping seperti cewek-cewek zaman now yang hobbnya menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak berfaedah

"Morning sayang"Ucap mamaku sambil mengoles selai coklat di rotiku. "Kosongkan waktumu yah Ami untuk dua hari kedepan"kata ayahku sambil mengigit rotinya.

"Ngapain Yah? "kataku sambil mengerutkan dahi. "Keluarga calonmu akan datang dua hari lagi jadi kamu harus mempersiapkan diri baik-baik yah sayang"kata mamaku lembut

Seketika nafsu makanku Ilang "Ya ma" Jawabku memelas.
Ami ngak bisa menolak karena dia sangat sayang kepada kedua orang tuanya maka dari itu Ami hanya pasrah dengan kenyataan yang dia hadapi ini, masa mudanya terhalang karena perjodohan Gila ini,
.
.
.

Kriingggggg!!!!!
Bunyi bel masuk untuk jam pertama sudah berbunyi tetapi Amira sama sekali tidak tertarik sama bel itu.

"OIY" Ucap Nana mengagetkanku
"Ish nana kaget gue ,Paan lo"Jawab Ami jutek

"Ohhh juteknya dia, Lo kenapa Mi? "Tanya Nana penasaran karena sejak dia masuk kelas melihat Ami yang sedang bengong.

"Gue bingung Na, kenapa sih hidupku gini?"kataku memelas.

"Lo kenapa? Dia gangguin lo lagi? Sini gue hajar dia" kata Nana berapi-api. "Paan sih lo Na?? Gue malas bahas si DIA"Kataku menekat kata DIA.

"Yaudah Lo kenapa? Dari tadi salah mulu gue".kata nana sambil memanjangkan bibirnya yang terlihat lucu.

Oh yah "Nana Syafitry Hasan" Cewek berkerudung yang sangatku sayang, dia yang paling mengerti aku dan ada di setiap aku membutuhkan sandaran,Cewek cantik yang banyak di incar cowok sekolah tapi dia sama sekali tidak tertarik sama mereka, karena dia sudah bertekad untuk tidak berpacaran.

"Gue dijodohin Na"kataku memelas. "Whattttt???????? Dijodohin??"Katanya kencang,  sumpah ni mulut pengen gue sumbat aja yah.

"Suttt Na, kecilin dong suaranya nanti teman sekelas pada denger lagi"kataku sambil memukul kepalanya.

"Awhhh Sakit Ami, iyah maaf maaf, gue kan shock pagi-pagi denger berita yang sangat panas ini"Kata nana cengegesan.

"Terus gimana? Lo terima perjodohannya?"Kata nana lagi. "Hufttttt,, gue binggung Na, dua hari lagi mereka datang kerumah untuk membahas perjodohan ini, dan gue ngak bisa nolak sama sekali, Lo tau kan gue itu sangat sayang orang tua gue, gue ngak bisa nolak"kata intan sambil nangis, karena dia sudah tak tahan untuk menahannya.

"Duh gimana yah kalo udah gini ceritanya? Gue juga binggung, Lo yang sabar aje yah Mi, gue selalu ada kok disisi Lu, tenang aja"Kata nana sambil memelukku.

"Thanks Na, lo emang sahabat terbaikku"kataku sambil membalas pelukannya
.
.
.

Gimana awalannya? Bosan yah?
Wkwkwwk maklum cerita pertama 😂
Semoga suka 😘💖

AmiraWhere stories live. Discover now