Hari ini adalah hari yang paling menyebalkan bagi seorang Jennie Park. Bagaimana tidak? Ketika ia terbangun dari mimpi indahnya, ia harus membelalakkan matanya dengan amat lebar saat membaca isi sebuah notifikasi pesan masuk grup chat kelasnya. Berulang kali ia menarik nafasnya naik turun, menahan emosinya yang siap meluap-luap. Dalam hatinya ia mengumpat, menyumpah serapahi seseorang yang ia panggil dengan nama ‘Joon Myun senpai’. Joon Myun adalah seorang dosen di kampus yang sekaligus merangkap menjadi guru les privat mata kuliah bahasa Jepang untuk Jennie. Sebenarnya Joon Myun bukanlah orang yang menyebalkan, tetapi terkadang Joon Myun itu punya sifat arogan yang membuat Jennie dan teman sekelasnya menyingkirkan ego mereka dan jangan lupakan satu fakta tentang pria bernama lengkap Kim Joon Myun itu. Dia adalah seorang pria yang perfeksionis.
“Jennie eonnie?”
Untuk sejenak, Jennie mengalihkan pandangannya dari layar ponsel butut-nya, mencari darimana sumber suara yang memanggil namanya. Matanya menangkap sosok yeoja tengah berdiri di ambang pintu kamarnya dengan penampilan yang sangat rapi sekali. Sudut bibir Jennie melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman tatkala ia melihat yeoja tadi menghampirinya dan masuk secara sembarangan ke kamarnya.
“Hai Rose, kau mau kuliah?”Jennie menerima segelas susu hangat yang dibawakan Rose untuknya kemudian meletakkannya di atas nakas. Ia kembali memandang Rose yang mulai sibuk memeriksa satu per satu notifikasi pesan dari ponsel Jennie.
“Hey, kenapa kau-“
“Eonnie mau ke kampus juga?” Rose mengembalikan ponsel Jennie setelah ia mengecek satu per satu pesan singkat yang didapat Jennie pagi ini.
Memang sudah jadi kebiasaan bagi Rose untuk mengecek satu per satu pesan singkat yang masuk ke ponsel kakaknya itu. Bukan bermaksud lancang, namun Jennie sendiri tidak pernah melarang Rose untuk mengecek ponselnya. Toh, ia tau adiknya itu tidak akan macam-macam. Jennie tau kalau adiknya itu sangatlah penasaran dengan segala macam aktivitasnya, dan Jennie memaklumi sikap adiknya. Terlebih lagi Rose jadi overprotektif setelah ayah mereka memintanya untuk selalu berada di dekat Jennie dan tidak membiarkan seseorang pun menyakiti Jennie. Fakta itulah yang akhirnya membuat Jennie memaklumi sikap overprotektif Rose yang baru muncul akhir-akhir ini.
“Joon Myun senpai meminta jadwal susulan hari ini. Kemarin dia tidak sempat masuk kelas karena ada urusan lain. Jadi dia mengganti jadwal perkuliahannya di hari ini” Jennie menjelaskan sambil menyambar handuknya yang tergantung di dekat pintu kamar mandi.
“Hm, dia cukup menyebalkan ya ternyata” Rose berpendapat dan malah membuat Jennie terkekeh kecil. Jennie tidak pernah menyangka kalau adiknya akan berpendapat sama dengan dirinya mengenai Joon Myun.
Selain Jennie, Rose juga menjadi murid privat-nya Joon Myun. Namun berbeda dengan Jennie, Rose hanya belajar privat ketika ia menginginkannya dan itupun juga mata kuliah yang berbeda. Ia mengambil les privat untuk Economy micro karena memang Rose mengambil jurusan ekonomi di kampusnya. Bedanya lagi, Rose tidak pernah tau kalau ternyata Joon Myun itu punya sifat menyebalkan. Setahunya guru les privat-nya itu adalah sosok namja yang bijaksana dan sabar, tetapi kenyataannya dibalik bijak dan sabar itu tersembunyi sebuah sifat yang membuat orang bisa naik pitam. Tak terkecuali seperti yang terjadi pada Jennie, yeoja bersurai panjang hitam legam itu masih duduk di depan cermin besar di kamarnya, enggan untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi yang hanya berjarak tidak lebih dari satu meter dari tempatnya duduk. Rose yang sedaritadi diam di atas ranjang Jennie, kini beralih menghampiri kakaknya yang masih bermalas-malasan.
“Pergilah mandi eonnie, aku akan menunggumu di bawah. Kita berangkat bersama saja ke kampusnya” Rose menepuk pelan kedua bahu Jennie, sedikit mendorong tubuh kakaknya itu ke depan agar Jennie segera berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Honesty (Taennie, JiRose, Taerose)
Fiksi Penggemar"Maaf Jennie-ah, Rose-ah, aku tidak bisa memberitahu kalian apa yang terjadi"-Kim Taehyung "Kenapa kau tidak pernah jujur kepadaku?"-Jennie Kim "Aku tidak pernah menyangka kau membohongi kami semua"-Roseanne Park "Sampai kapan aku harus memendam per...
