Lena mengekori pergerakan Wonwoo yang baru selesai mencuci piring dengan matanya, baik banget piring aja dicuciin sama doi.
"Masih sakit gak perutnya?" Ucap Wonwoo sambil berjalan kearah Lena, matanya jelas menyiratkan tanda khawatir.
Lena tersenyum tipis, "Sakit sih, udah lumayan enak. Makasih Won, Untung ada kamu." Balasnya.
Wonwoo mengangguk sambil memeluk Lena dari samping, "it's fine. Kamu kalo mens gini mulu, Jun tau?" Tanyanya.
Lena terdiam sambil menatap tangan yang bertautan dengan tangan Wonwoo,
Junhui? Mungkin dia tau, mungkin juga dia nggak tau.
"Nggak tau. Dia lagi syuting di daerah PIK. Paling kulineran." Balas Lena acuh tak acuh. dia nggak tau dan nggak mau tau.
Wonwoo mengerinyitkan dahinya, menatap jam lalu berkata, "Masa belum pulang? Udah sore juga. Telpon gih."
Lena menggeleng, "Gausah ah Won, nggak nyariin juga."
"Lena." Ucap Wonwoo.
Lena menggeleng, "Gamau Won."
"Lena sayang, telpon atau aku yang telpon?"
Lena mendengus, ia pun meraih ponselnya diatas meja lalu menelpon Jun.
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
"Jun kamu dimana? Masih di PIK?" Tanya Lena, diseberang telepon terdengar sangat bising membuat Lena meringis.
"Aku? Iya, masih di PIK. Kamu udah makan?"
"Belum, nunggu kamu aja. kamu pulang baru kita makan bareng."
"Gausah nunggu aku, makan aja duluan."
"Kok gitu? Gapapa aku tungguin."
"Udah makan Na."
"...—Sama Nita ya?"
"Hm, iya. Kamu jangan lupa makan, ajak Wonwoo. Suruh dia sekalian nginep biar enak jagain kamu. Aku nggak pulang hari ini."
"Hm, take care. love you."
"Love you always."
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.