•• Part 1 ••

61 5 3
                                        

.
.

Sebelum baca tekan bintang di pojok kiri bawah dong biar authornya makin semangat update- ( ◜‿◝ )♡

.
.

"Gilbertt"
"Omaygaddd kak gilbert ganteng banget"
"Goo Gilbert, go Gilbert, go..."

Begitulah teriakan siswi² yg merelakan jadwal tidur siangnya untuk melihat si kapten basket yg sedang berlatih.

Setelah latihan selesai, Gilbert dihampiri siswi² Briliant International Hight School Bandung. Mulai dari adik kelas, teman seangkatannya, hingga kakak kelas.   Ada yg memberikan air minum, handuk kecil, makanan ringan sampai makanan berat. Gilbert menerima itu semua dengan senang hati, walaupun sesungguhnya ia merasa jenuh dengan ini semua, ia tidak ingin berutang budi kepada orang lain, tetapi makin lama ia mulai terbiasa. Lagipula jika tidak diterima penggemar²nya akan sedih.

"Thanks" ucap Gilbert sambil memamerkan senyuman manisnya. Hanya 1 kata yang singkat itu dapat membuat penggemarnya berteriak histeris. Melihat itu Gilbert hanya geleng² kepala sambil berjalan meninggalkan lapangan basket.

Matahari sudah mulai terbenam, Gilbert berjalan menyusuri tempat parkir untuk mengambil motor sportnya dan dia melajukan motornya diantara jalanan kota Bandung yang ramai.

Sesampainya di rumah dia langsung masuk ke kamar dan segera membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Seusai mandi ia melirik ke jam tangan Tag Heuer yang mengalun indah ditangannya. 'Masih jam tujuh lewat lima' katanya membatin. Lalu dengan gerakan cepat ia segera mengambil kunci mobil yang berada di atas narkas kamarnya.

Dengan santai ia menyusuri jalanan kota Bandung dengan Porsche 718 Boxster kesayangannya. Mobil sport dengan harga 1,5 M ini adalah hadiah ulangtahun ke 17 tepatnya 1 tahun lalu dari papanya

Gilbert tidak tau mau pergi kemana, ia keluar rumah hanya untuk mengusir rasa bosannya. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke mini market terdekat untuk membeli air minum karena sekarang dia sedang haus.

Setibanya di sana dia langsung mencari air minum dan menghampiri kasir. Pada saat ia sampai di kasir ia harus mengantri karena di depannya ada seorang wanita paruh baya yang sepertinya sedang membeli kebutuhan rumah tangga dan seorang gadis seumuran dengannya atau mungkin lebih muda darinya sedang memakai earphone. Setelah wanita paruh baya itu pergi, saatnya giliran gadis yang memakai earphone itu.

"Semuanya enam puluh satu ribu rupiah mba" ucap sang kasih kepada gadis itu

"Oh bentar mas" terlihat ia mengeluarkan uang Rp.50.000 dari dompetnya dan ia tampak kebingungan, ia merogoh saku celananya, namun yang dia carinya pun tak kunjung ada. "Mampus gw" katanya sambil menepuk keningnya dengan telapak tangannya yang mungil. Tanpa sang gadis sadari Gilbert sedang memperhatikannya dalam diam.

"Mas, ini duitnya saya bayar juga punya dia, kembaliannya ambil aja" kata Gilbert sambil menyerahkan uang Rp.50.000 kepada kasir, lalu ia pergi begitu saja. Gadis itu hanya melongo melihat kepergian Gilbert.

"Mba, ini barang² nya" ucap sang kasir menyadarkan gadis itu. Dengan cepat gadis itu segera mengambil barang²nya lalu menyusul Gilbert, karena ia yakin bahwa Gilbert belum jauh dari tempat ia berdiri saat ini.

"Ehhh mas mass" panggil si gadis saat ia sudah menemukan Gilbert yang sedang membuka pintu mobilnya. Gilbert yang merasa terpanggil akhirnya menghentikan kegiatannya dan segera membalikan tubuhnya.

"Ehhh... anu mas... nanti itu duitnya saya ganti yaa" ucap si gadis saat Gilbert sedang menatap ke arahnya. Gilbert hanya menatap gadis itu sehingga membuat si gadis tersebut salah tingkah dan hanya menunduk sambil menggigit bibir bawahnya.

"Gw bukan mas²" akhirnya Gilbert mengeluarkan suaranya. Mendengar itu, gadis tersebut mengangkat kepalanya. "Eh iya m...ma...maaf, ka" jawab si gadis itu dengan gugup. "Itu duitnya nanti saya ganti kok, beneran dah, suer, ga boong gw" sambungnya sambil mengajukan jari telunjuk dan jari tengah sehingga membentuk huruf v

Melihat itu Gilbert hanya menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Merasa dirinya ditatap gadis itu angkat bicara lagi "Yeuu jangan natap gw gitu napa, lu pikir gw ga bisa bayar. Tapi sekarang gw lagi ga bawa duit ntar kalo kita ketemu lagi gw lunasin utang gw. Jangan marah ya mas eh salah kak maksudnya. Gw balik dulu ye bayy" celoteh gadis itu panjang lebar. Lalu pergi meninggalkan Gilbert yang hanya bengong melihat celotehannya yang unfaedah itu.

"Aneh" hanya kata itu yang meluncur dari mulut Gilbert. Lalu dia memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya.

Tanpa ia sadari gadis aneh itu yang akan mengubah sifat dinginnya.


╔═══❖•ೋ° °ೋ•❖═══╗
  • ᴡ ʜ ᴏ    ɪ ˊᴍ •
╚═══❖•ೋ° °ೋ•❖═══╝

WHO I'M - Allecia | GilbertStories to obsess over. Discover now