TELAT?!

95 7 3
                                        

KRINGGG!!

Bell alarm kamar Nina berbunyi begitu keras, tapi itu tidak cukup untuk membangunkan seorang Shareenina Fanya yang biasa dipanggil Nina, seorang gadis manis keturunan belanda ini memang sangat susah sekali dibangunkan apabila masalah tidur.


Nina mengerjapkan matanya, pertanda bahwa dia sudah bangun dari tidur yang cukup nyenyak. Nina terduduk ditempat tidur sambil mengerjapkan matanya beberapa kali, berusaha untuk mengumpulkan nyawa.

1 detik

2 detik

3 detik

"YA AMPUN MAAHHHH NINA MOS HARI INI" teriak Nina dari kamar nya. Nina lalu menengok jam dan langsung keluar kamar sambil membawa handuk. Memasuki toilet rumahnya yang sudah disediakan di kamarnya.

"MAHH AKU BERANGKAT ! " Teriak Nina saat akan berangkat sekolah.

"IYA NAK, KALO PULANG LANGSUNG PULANG. JANGAN KELUYURAN, NANTI NYASAR" jawab mama nya.

Nina sudah sangat sangat terbiasa dari kecil mendengar suara mama nya yang besarnya 7 oktaf. Lalu apa Nina suka teriak menurun dari kebiasaan mamanya? Iya dan Apa Nina suaranya juga kencang macam toa masjid? Engga, suara Nina sebelas dua belas dengan suara Toa tahu bulet.

Krikk

Krikk

Garinggg:v

Nina berangkat diantar oleh supir pribadi milik papanya, menuju sekolah swasta di ibu kota yang tidak terlalu Nina inginkan, lalu mengapa Nina masuk kesekolah tersebut? Itu karena keinginan orang tuanya, tentunya Nina tidak ingin mengecewakan orang tuanya.

Mobil yang dikendarai oleh Nina memasuki gerbang sekolah

"ehh pak pak Nina sampe sini ajaa, gaenakk kalo sampe dalem, gaada yang bawa mobil soalnya" ucap Nina berusaha menghentikan pak yono, supir pribadi papanya

"yaampun non, kata siapa non bawa mobil. Kan saya yang nyupir non" jawab pak yono dengan wajah tanpa dosa.

"ihhh pakk maksud Nina jangan ampe dalemm, Nina gapapa koo disini ajaaa biar Nina bisa liat sekolahan nya jugaa" kata Nina

"tapi non, nyonya pesen sama saya nganterin non sampe kelas, masa saya langgar non nanti saya kena omel nyonya gimana" kata pak yono

"teruss masa pak yono nganterin pake mobil ampe kelas kan gamuat pakk" kata Nina polos

"yaampun non Nina, gamungkin toh saya masuk kekelas non naik mobil, cantik cantik ko yo polos tenan" jawab pak Yono

"udahh pakk sampe disini ajaaa, nanti Nina telat masuk karna debat ama bapakkk. Gapapa Nina disini aja" kata Nina

"yowes, bapak balik dulu yo non hati hati" kata Pak Yono mengiyakan.

"oh iya pak, nanti Nina bareng ama Pangeran, katanya dia mau jemput Nina" ucap Nina sebelum menuruni mobil.

"iya non" jawab pak Yono

Nina memasuki sekolah, mencari letak kelas yang akan dia tempati untuk menjalani masa ospek. Semoga saja dia tidak terlambat harapnya.

Nina berlari lari menyususuri lorong sekolahnya. Karena berdebat dengan pak Yono. Membuat waktu nya lumayan banyak terbuang. Ah pak yono!


Ruang garuda 1 masih terus menjadi misi pencarian bagi detektif Nina, kelas yang akan menjadi ruangan untuk 3 hari kedepan dia menjalani masa ospek.

Nina melirik jam. Pukul 07.00, Nina mendecak pasrah. Sepertinya, dia akan menjadi incaran anak osis karena pertama kali mos datang terlambat, nethink nya.

Nina masih menyusuri lorong - lorong mancari tulisan "garuda 1" tetapi hasilnya Nihil.

Kenapa sekolahnya gede banget sih. Ini kelasnya lantai berapa ya tuhan. Batin Nina.

"dek" kata seorang perempuan dari belakang Nina.

Nina menoleh ke belakang.

"ah, iya kak?" jawab Nina sopan.

"nyari apa?" katanya.

"nyari kelas untuk Mos kaa, ini dimana ya? Ko Nina ga ketemu temu" jawab Nina polos.

Perempuan tersebut tersenyum dan berkata "coba, kamu liat di papan madding. Ada denah kelas untuk mos. Disitu pasti ada letak kelas kamu ko".

"ohhhh,, iyaa kaa makasihh yaa hehe" jawab Nina. Lalu berlari mencari papan madding.


Nina terburu buru memasuki kelas, lalu..

"ahhhh," teriak Nina terjatuh

Nina menabrak seorang.

"kamu baru dateng?! Jam segini?!" ucap seorang lelaki tegas.

Nina menoleh keatas, seorang beralmed osis bertuliskan Nama 'Rivaldo' lalu dia sigap berdiri, merinding.

"IYA KAK!" Nina spontan berteriak. Lalu menepuk mulutnya.

Laki laki tadi Nampak kaget, lalu menatap Nina dengan tatapan yang susah untuk dijelaskan.

"ee..eeh kaa... maaf, maksudnya saya mos dikelas ini" Ucap Nina takut.

"terlambat ya?" jawab Rival lalu menatap Nina dengan tatapan Nakal.

"push up 50x baru boleh masuk" lanjut Rival.

Sontak Nina membuka mulutnya, kaget, takut itulah yang dirasakan Nina sekarang.

"kok diem? Cepetan Push Up" kata Rival.

"udah by, gausah kasian" ucap seorang perempuan pada Rival. Nina melihat name tagnya bertuliskan Bella Yessa.

Nina pasrah, lalu lesu, sepertinya ia tau bagaimana kehidupan sma selanjutnya.


Nina mengusap keringat yang turun didahinya, kelelahan. Push Up yang harus ia laksanakan telah selesai.

"kaaa, Nina udah selesai Push Up" ucap Nina bersemangat.

"oh udah? Tambah lagi sit up 50x" jawab ka Rival.

"by, udahlah gausah diginiin terus Nina nya kasian tau" ucap Kaka kaka beralmed osis yang suka mengikuti ka Rival kemana mana, dapat disimpulkan oleh Nina namanya adalah Ka Bella dan dia adalah pacar kaka kelas yang menyebalkan ini.

"iya juga ya" jawab ka Rival

Nina memasang puppy eyes, ada harapan bagi Nina agar di perbolehkan masuk kelas.

"tambah lagi deh jadi 100x ya" lanjut ka Rival sambil tersenyum tanpa dosa.

Nina ternganga lebar, kenapa Cuma telat beberapa menit membuatnya harus melakukan hal seperti ini. Nina sedikit kesal pada kaka kelas tersebut, tapi apa daya dimana mana adek kelas selalu salah.

"ah iya" ucap nya pasrah.

Nina sudah pasrah pada keadaan tentang yang akan terjadi pada masa sma nya, ia melamunkan nasibnya selanjutnya yang akan menjadi bahan untuk kejahilan seorang Rivaldo. Kesal? Tentu saja siapa yang tak kesal.

JANGAN LUPA VOMENT! BIAR AKUNYA DAPET FEEL JUGAA HEHE BIAR SEMANGAT JUGA!!

NINAStories to obsess over. Discover now