Ini kisah gadis SMA biasa yang bernama freya clarissa zoey. Seperti gadis pada umumnya, freya gadisnya cantik tapi tidak begitu mencolok disekolahnya. Karena freya tidak tau bagaimana caranya bersosialisasi dengan lingkungan, padahal freya sangat ingin berteman layaknya gadis gadis lain.
Freya saat ini duduk di kelas 2 SMA, dia memiliki sorang kakak, ayah dan ibunya sangat jarang dirumah. Itulah salah satu sebab freya kesulitan dalam bersosialisasi, freya memiliki paras yang cantik, badan gadis ideal, bahkan prestasi di bidang akademik dan non akademik nya sangat bangus.
Tapi sayang, freya tidak pandai dalam mencari teman. Banyak teman sekelasnya yang mencoba berpura- pura baik, demi mendapatkan apa yang mereka mau. Seperti menyontek pr, membuat freya mengantikan tugas piket, bahkan memalak Freya dengan alibi "akan menjadi teman".
Dikarenakan freya yang sangat lugu, dan keinginan nya untuk berteman. Maka semua hal yang disuruh oleh temannya itu akan dia lakukan.
Temannya itu bernama siska,dan antek antek nya.
Terlepas dari itu semua, freya juga pasti memiliki seseorang yang dia sukai.
Bahkan freya menyukai dua pria sekaligus, bahkan kedua pria itu bersahabat.
Yang pertama adalah zenvano aldric, zen lebih sering dikenal dengan sebutan "pangeran ice" karena sifat dinginnya. Zen juga anak yang kasar, tapi dia tidak akan kasar sama yang lebih tua darinya. Dan dia adalah ketua geng anak anak nakal di sekolah itu, tapi banyak sekali wanita yang memujanya. Seperti freya contohnya.
Yang kedua adalah, alvaro agler. Jika zen dikenal dengan sifat dinginnya, kalo begitu alva lebih dikenal dengan sifat nya yang hangat, ramah, sopan, pokoknya sifat mereka berdua sangat berlawanan. Alva juga termasuk anak yang jahil, karena terlalu bersemangat dia bahkan menjahili dengan parah. Tidak hanya zen, bahkan alva pun banyak gadis yang mengejar nya.
Kedua sahabat ini sangat terkenal disekolah,mereka berdua berada di tim basket yang sama. Karena wajah mereka berdua yang sangat tampan, sifat mereka yang penuh kejutan, dan para gadis penasaran, bagaimana cara mereka berdua memperlakukan gadis yang mereka sayang. Ohiya...satu lagi mereka termasuk orang orang yang ber-uang.
Saat ini yang dilakukan freya adalah duduk di jendela kelasnya, dan menatap lapangan, Oh bukan. Dia menatap zen dan alva.
Freya menarik nafas panjang dan menghembuskan kasar.
"Ya Tuhan, bagaimana caraku agar aku bisa menarik perhatian mereka" gumam freya bingung.
"Reya?" Sapa seseorang yang sukses membuat freya kaget
"Kenapa,sis?" Jawab Freya dan ternyata yang menyapanya itu adalah siska.
"Aku liat pr mtk dong" ucapnya santai
Freya merangkuh tasnya dan mencari dimana buku mtknya, setelah di temukan Freya langsung memberikannya dengan senyuman polosnya.
"Nih" ucapnya sembari tersenyum
"Makasih ya, entar kita karaokean yak" ajak siska senang
"Ayo!" Balas Freya antusias.
"Kamu bawa uang lebih kan?" Tanya siska hati-hati.
"Bawa kok" jawab Freya polos.
"Ok fiks, entar pulang sekolah yak" ucap siska setelah itu pergi menjauh.
***
*Pulang sekolah*
Semua siswa berbondong-bondong keluar dari kelasnya, untuk mengakhiri masa masa lelah disekolah. Ferya sekarang sedang menunggu siska dan teman temannya.
"Ayo kita capcus" ajak siskan, sambil merangkul freya.
*Karaoke*
Mereka semua sedang bersenang-senang, kecuali freya. Freya hanya duduk diam, seakan-akan freya tidak ada disana bersama mereka.
YOU ARE READING
magic dream
Fantasyaku tidak pernah berpikir semua ini akan terjadi seperti sihir, semuanya seakan tidak masuk akal. tapi ini semua begitu nyata, dan disinilah cerita ku di mulai
