G 1.

8 2 0
                                        

Happy Reading.

Panas terik disiang bolong membuat sebagian orang menetap didalam ruangan, seperti yang siswa ini lakukan. Cowok berhoodie biru tua dengan earpone ditelinganya ini tengah asik duduk menyender diatap sekolahnya.

Terlihat dari bet yang digunakan ia salah satu siswa JHS, Jakarta High School, kelas 12 dengan nama Adelendra Michael.

Adelendra atau biasa dipanggil Delen ini adalah siswa yang cukup populer disekolahnya, bukan karena kepintaran atau prestasinya. Melainkan kenakalannya dan yah, ketampanannya. Nilai minus dari cowok ini tak mengurangi minat para siswi untuk menjadi kekasihnya.

Pacar? Dia tidak punya, lebih tepatnya enggan memiliki. Menurutnya pacaran itu ribet dan menyusahkan, apa lagi kalau ceweknya itu manja, cerewet dan lebay. Iuhh gak deh, mending jadi Jombang. Jomblo banyak yang sayang. Eakk.

"Del,"

Baru dibilang banyak yamh sayang, datang kan tuh orang nyah. Nah dia Andara Febrian, sahabat Delen dari masih didalam kandungan. Sejak kecil memang mereka selalu bersama, dari sekolah sampai hal terkecil pun dilakukan bersama-sama.

"Hm?"

Dara menarik tangan sahabatnya itu menuruni tangga yang menghubungkan mereka dengan koridor kelas, dari sana mereka berjalan lurus hingga keluar dan berada didaerah parkiran khusus.

"Mau cabut? Tumben?"heran Delen

"Ya enggak lah, hari ini kita pulang cepet."

"Mau pulang atau-"

"Jalan, ke toko biasa."potong Dara semangat diakhiri dengan senyuman manisnya.

"Beli baju?"

"Sekalian beli perlengkapan kemah, ya, ya, please."mohon Dara dengan jurus andalannya. Jurus yang membuat Delen mengangguk.

"Yes, yuk."

Motor Delen melaju meninggalkan kawasan sekolah, ban motor ninja merah itu berputar cepat diatas aspal menembus keramaian lalu lintas.

Hal biasa bagi Dara gaya mengemudi Delen yang mencari mati, ia tidak berteriak atau mencubit pinggang Delen seperti apa yang dilakukan cewek-cewek pada umumnya.

"Gua tunggu disini."

Dara tersenyum. Bergeaa melangkah memasuki sebuah toko.

"Ya deh."

Setelah punggung gadis itu menghilang dari pandangan, Delen melajukan motornya ke suatu tempat. Bukan maksud meninggalkan Dara atau gimana, ia hanya ingin membeli sesuatu.

"Mana pesenan gua?"
Seorang pria memberikan bungkusan berukuran sedang, lalu pergi.

************************************

Dara tengah tertidur dengan pulas diatas ranjangnya, wajah manisnya sungguh menenangkan setiap orang yang melihatnya. Tidak ada suara dengkuran atau igauan yamg terdengar, membuat siapapun senang tidur dengan nya.

Namun kali ini istirahatnya harus terganggu, karena dering handpone yang terus menerus berbunyi.

Tangan Dara berusaha mencari asal suara dengan mata yang masih tertutup, setelah dirasa benda itu sudah didalam genggamannya. Matanya terbuka menampilkan iris birunya, terdapat nama Delen di layar.

"Hm, hoam. Ada apa?"

"...."

"Kebiasaan, yaudah sebentar."

"...."

"Hm."

Sambungam telepon diputus dari seberang.

Kaki Dara turun memijak lantai yang dingin, ditegakkan badannya yang setengah sadar. Menit berikutnya ia sudah berada tepat dibelakang pintu utama rumahnya, hendle pintu dibuka menampakan sosok Delen yang penuh luka memar.

"Mas...pasti habis tawuran. Udah berapa kali aku bil-"

"Obatin gua capek mau tidur."potong Delen tidur disofa setelah melempar asal kaosnya.

Terlihat Dara menghela nafas. Kaki putihnya berjalan menuju dapur mengambil kotak p3k beserta baskom dan handuk.

"Hoam."

Dengan telaten tangannya mengobati satu persatu luka memar diwajah sahabatnya, handuk ia celupkan ke baskom yang berisi air hangat untuk membilas kotoran ditubuh atas Delen.
"Hoam, "

Sudah berkali-kali Dara menguap, rasa kantuk menjalar membuat gadis itu terlelap dilantai dengan kepala diatas sofa. Baskom dan lainnya belum sempat dibereskan, sang empu sudah nyaman dialam mimpi.

Tbc

Gua Delen Bukan Dilan❤ Stories to obsess over. Discover now