Perkenalkan nama aku alexandra umur aku 17 tahun,aku adalah anak tunggal dari pasangan putra dan Wulan.
Disini aku akan meceritakan tetang kehidupan aku yang begitu suram.
Hidup ku dulu begitu indah saat bunda ku masih ada, tapi sekarang semuanya berubah setelah setahun bunda ku meninggal.
Awalnya ayah cuma marah-marah sama aku, tapi semenjak ayah menikah dengan bu Santi perderitaan ku semakin bertambah.
Bu Santi adalah mantan pacar ayah dulu waktu smp dan mereka sekarang menikah, bu Santi memiliki anak yang bernama Berlian dan umurnya 1 tahun diatas ku.
Seminggu pernikahan ayah dan bu Santi yang ku panggil mama,ku kira dengan adanya pernikahan ini ayah berhenti marah-marah sama aku, ternyata tidak malah siksaan itu bertambah mereka yang awalnya baik mulai berani main tangan sama ku bahkan memperlakukan ku seperti pembantu.
Hari ini adalah hari senin dan aku bangun pagi-pagi untuk berangkat sekolah, saat sudah merasa siap aku turun ke lantai bawah untuk sarapan.
Karena kamar ku ada di lantai atas jadinya aku harus turun ke lantai bawah untuk sarapan di ruang makan.
Sekarang aku sudah sampai di meja makan dan saat aku ingin menjatuhkan bokongku keatas kursi mama Santi mengeluarkan suara.
"Mau ngapain kamu?" tanya mama Santi.
"Aku mau sarapan," jawab ku.
"Kata siapa kamu boleh sarapan disini,sana pergi bikin gak nafsu makan aja liat kamu," kata mama Santi mengusir ku.
"Tapi....., " saat aku baru mengeluarkan satu kata ayah langsung angkat suara.
"Gak ada tapi-tapian sana kamu berangkat sekolah aja, uang saku untuk kamu ada diatas meja ruang tamu," kata ayah ikut mengusir.
Dengan perasaan sedih karena harus menunda untuk sarapan aku berjalan menuju ruang tamu untuk mengambil uang saku.
Sesampainya dimeja ruang tamu aku melihat uang senilai 20.000 ribu yang cukup hanya untuk ongkos bolak-balik.
Sebenarnya uang itu sangat kurang untukku,tapi bagaimana pun aku harus tetap bersyukur masih banyak orang diluar sana susah untuk cari uang.
Setelah mengambil uang itu aku langsung berjalan kepinggir jalan raya dan menyetop angkot yang biasanya aku naiki untuk berangkat sekolah.
20 menit di jalan akhirnya aku sudah sampai didepan sekolah dan aku membayar ongkos angkot.
Sekarang baru jam 06.30 artinya sekolahan masih sepi karena rata-rata siswa siswi disekolah ini datangnya sekitar jam 7 lewat karena sekolah kami jam masuknya jam 8.00.
Aku memasuki lingkungan sekolah dan berjalan menuju kantin untuk membeli roti karena uang yang aku punya hanya cukup untuk beri roti,sedangkan air minum sudah aku bawa dari rumah.
Sesampainya dikantin aku mengambil roti yang harga 5 ribu dan membayarnya.
Selesai membayar aku langsung menelusuri koridor yang masih sepi untuk menuju ke kelas ayang berada di lantai atas yaitu kelas 12 ipa 3.
Sesampai didalam kelas aku langsung menuju bangku yang terletakkan di belakang karena cuma tempat itu yang tenang dan bagus untuk ku.
Asal kalian tau aku di sekolah bukan seperti yang kalian bayangkan bahagia, tapi di sekolah aku dibully bahkan dicaci maki karena alasan yang tidak aku tau.
Awalanya mereka tidak pernah berbuat seperti itu, bahkan dulu aku mempunyai banyak teman. Tapi sekarang semuannya berubah teman yang dulu ku anggap baik menjauhi karena hasutan oleh bunga yang bilang ke semua orang kalo aku berasal dari keluarga miskin, karena ini adalah sekolah favorit dan swasta yang biayanya cukup mahal.
