Hati ini telah koyak
Tercabik belati tajam
Dan kau tau?
Luka itu tak berdarah
Namun, sangat menyiksa
Tangisan pilu selalu mengiringi setiap malam yang berlalu
Menanggalkan kepedihan saat menerobos masuk ke dalam indera pendengaran
Aku sendiri tak tau
Bagaimana menghilangkan semua luka yang terus menyiksa ini
Aku dan luka
Seakan semua terdengar tak lagi asing
Tawa?
Ya, aku tertawa namun jika mereka faham tawa itu terdengar miris
Dan kini sekedar tersenyum pun hanyalah senyuman palsu
Terimakasih luka, telah datang dan menyapaku disetiap waktu yang berlalu
***
Nama : Fauziah Dwi Febriyanti (Febri) , IG : dfebbb, wp : @annoying_fbr , FB : Febrii
Follow juga ya Instagram Diafragma kata di @diafragmakata
Jangan lupa juga untuk baca "Elegi Cinta" di lapak sebelah... buat kalian yang suka suka diem gituhhh :)
YOU ARE READING
Te Amor
PoetryTentang tawa, luka, dan air mata Berisi puisi-puisi dari anggota komunitas diafragma kata. Jika kalian patah hati, bacalah puisi ini jika bahagia, bacalah lagi dan saat kalian jatuh cinta, bacalah terus hingga kau menemukan belahan jiwa yang tepat...
