Assalamualaikum .....😊😊😊ini cerita pertama aku ,jadi maklumin aja ya,soalnya masih belajar...😊😊👌
Hujan deras mengguyur kota jakarta, hingar bingar masih setia menemani langkah sang ibu kota, sementara itu di sudut perpustakaan kota seorang gadis yang sedang membaca buku tak terusik dengan derasnya hujan, ya siapa lagi jika bukan zeraya ........
Zeraya kerap kali mengunjungi perpustakaan kota jika ada luang untuk membaca, biasanya ia selalu ditemani oleh temannya, tapi hari ini dia brangkat sendiri.......
Sudah pukul 16.4
Zeraya melihat jam tangannya,"ini sudah sore tapi hujan tak kunjung reda, bagaimna aku bisa kembali pulang."keluh zeraya.
zeraya tak henti-hentinya bristigfar ia takut jika orang rumah mencarinya.
Ddrrrr drr
Ponsel zeraya brdering menandakan panggilan masuk, zeraya melihat layar ponsel trnyata sang bunda yang menghubungi.
"Assalamualaikum, Zera."ucap disebrang sana dengan nada cemas.
"Walaikumsalam, Bunda."jawab zeraya
"Zera, kamu dimana nak, cepat lah pulang hari sudah sore"
"Iya bun, zera akan segera pulang, bunda tidak usah khawatir."Zeraya lalu mematikan ponselnya, ia melihat ke arah luar.
"hujan sedikit reda, sebaiknya aku segera pulang." zeraya segera melangkahkan kakinya ke luar dan menuju parkiran untuk segera menghampiri motor matic kesayangannya.
Zeraya melaju dengan kecepatan sedang karna keadaan jalan yg baru terguyur air hujan maka jalanan mnjadi lincin .
🍁🍁🍁
Tak butuh waktu lama zeraya akhirnya sampai di rumah dengan selamat. "Assalamualaikum,"zera mengucap salam sebelum masuk.
"waalaikumsalam"ucap seorang gadis yang lebih muda dari zeraya.
"eh mbak zera, mbak kok lama banget sih pulangnya, gk kaya biasanya"ucap gadis itu.
"ya kan tadi hujan gede fifit "jawab zeraya dengan penuh kelembutan pada sang adik .
Ya, fitriana reska asyidqi adalah adik dari zeraya yang biasa di sapa dengan fitri atau fifit ,dia adalah adik satu-satunya zeraya yang paling ia sayangi.
"fifit, bunda dimana?"tanya zeraya.
"bunda sedang dikamar, mbak"jawab fifit.
Zeraya menuju kamar sang bunda(melda), setelah sampai zeraya mengetuk pintu.
tokkk tok
Cklekk
"Bunda, zera boleh masuk"ucap zeraya dibalik pintu.
"iya nak, masuklah."jawabnya. Zeraya pun menghampiri melda dan duduk dipinggir tempat tidur.
"ada apa bun"tanya zeraya.
"emmmmm....bunda ingin bicara setelah makan malam nanti."jawab sang bunda, zeraya pun membuang napas perlahan.
"baiklah bun, aku ke kamar dulu."zeraya pergi meningalkan sang bunda yang sedang termenung.
Zeraya merasakan jika bundanya ingin mengatakan sesuatu yang penting mengenai dirinya.
Setelah membersihkan diri dan menunaikan salat magrib, zeraya turun untuk makan malam.
Ketika dirinya sudah berada di dapur, Zeraya membantu sang bunda menyiapkan makanan, setelah siap zeraya makan bersama. hening hanya suara gaduh sendok yang mengadu pada piring, memang bunda selalu mengjarkan bahwa ketika makan jangan ada yang bicara.
Dan ya perlu kalian tahu bahwa zeraya adalah anak yatim, ayahnya meninggal sejak sepuluh tahun yang lalu ketika zeraya berusia 10 tahun dan fifit 6 tahun, ayah zeraya meninggal karna kebakaran rumah yang dulu mereka tempati.
Zeraya, adik, dan ibunya selamat dalam kebakaran itu namun naas sang ayah abdullah rasyid asyidqi tak tertolong.
Oke, kembali ke masa kini. setelah makan malam selesai zeraya langsung merapikan meja makan.
"fifit kamu gk usah bantuin mbak, kamu ngerjain pr saja sana,"titah zeraya.
"yaudah deh mbak, fifit duluan yah ke kamar, bun fifit duluan."fifit melenggang pergi meninggal kan kedua perempuan yang sangat ia banggakan.
Melda menghampiri putri sulungnya dan menyentuh pucuk kepala yang berlapis jilbab.
"duduk nak"titahnya. Zeraya pun duduk, sambil menerka-nerka apa yang akan di sampaikan ibu nya.
"nak, kamu sudah dewasa, sekarang waktunya bunda menjalankan wasiat dari ayah mu mengenai masa depan kamu zera."
Zeraya mengernyitkan dahinya, sebenarnya apa yang dimaksud ibunya, ia benar-benar bingung.
"maksud bunda, zera benar-benar tidak mengerti."melda tersenyum lembut, kemudian ia membuang napas dengan perlahan untuk menjelaskan.
"begini nak, sebenarnya ayah mu memnginginkan kamu menikah dengan anak temannya, bagaimana apa kamu bersedia?"tanya sang bunda terus terang.
Sementara itu zeraya merasa hati nya bercampur aduk antara iya atau tidak, ia tak hentinya memilin ujung jilbabnya.
"emmm....zera gk bisa jawab sekarang, zera ingin tahu dulu seperti apa calon zera."jawab zera dengan lembut.
"yasudah, nanti bunda akan menghubungi keluarga calon kamu, sekarang kamu istirahat ya."titahnya.
"iya bun, zera duluan ya kekamar."melda membalas dengan anggukan dan senyuman yang begittu zera sukai .
Ya disini lah zeraya berada, di atas tempat tidur yang nyaman, zeraya masih saja mengingat perkataan sang bunda.
"Ada apa ini mengapa bunda tiba-tiba membicarakan soal itu, aku tak habis pikir dengan bunda, aku tak ingin secepat itu untuk menikah, aku saja belum lulus kuliah, tapi mana mungkin aku menolak keinginan bunda. ya Allah, aku benar-benar bingung, apa aku harus menerima perjodohan ini atau tidak, sebaiknya aku tidur saja besok aku ada kelas pagi."zeraya bingung memikirkan hal itu, tak butuh waktu lama zeraya akhirnya memasuki alam mimpinya.
Azan subuh berkumandang, zeraya sedang menunaikan salat subuh. setelah selesai salat zeraya berdoa meminta pada sang maha kuasa.
"ya allah, jika memang ini yang terbaik untuk hamba, maka bantu lah hamba untuk menjalani semua ini."
Setelah zeraya bersiap-siap untuk ke kampus, zeraya terlebih dulu turun untuk sarapan.
Bersambung....
Udah ya sampe sini ajah ,jangan lupa votte yah 😊😊😊vottee jangan lupa ....
.
.
.
.
.
.
.
03-08-2018
ESTÁS LEYENDO
Zeraya [Repost/Belum Direvisi]
Romancebagaimna jadinya jika seorang gadis dijodohkan dengan seorang pengusaha terkenal yang bahkan tidak mencintainya, dan hanya mencintai kekasihnya. Ia yang selalu sabar agar sang suami bisa mencintainya, dialah Zeraya Harnum Asyidqi gadis cantik yang s...
![Zeraya [Repost/Belum Direvisi]](https://img.wattpad.com/cover/157427758-64-k332357.jpg)