Seorang gadis menyebrang jalan dengan terburu-buru.Ia mencoba melangkahkan kakinya sejauh mungkin.Sesekali ia mengangkat tangannya yang dilingkari jam berwarna hitam.06:25 adalah waktu yang ditunjukkan oleh jam tersebut. Matanya melihat kearah gerbang yang berjarak agak jauh dari tempatnya berlari sekarang.Wajahnya memucat melihat beberapa anak sekolahnya berlari masuk ke gerbang. Ia tidak ingin terlambat pada hari pertamanya disekolah.Sambil menggenggam erat tasnya ia menambah kecepatan larinya.
Dari arah yang berlawanan sebuah motor besar berwarna hitam melaju dengan kecepatan stabil menembus kemacetan yang menghalangi jalannya.Seorang cowok yang sedari tadi memanuver motornya menghindari kemacetan,berdecak pelan melihat kearah pergelangan tangannya.Ia menambah kecepatan motornya,tetapi ia tidak melihat seorang gadis yang sedang berlari di depannya.Entah kenapa,ia membanting setir ke kanan,dimana disana terdapat sebuah tiang listrik.
"BRAK"
Gadis itu menoleh kebelakang dan terkejut mendapati seorang cowok berbalut jaket hitam,jatuh terduduk disebelah motor besar.Matanya menampakkan kebingungan membuat gadis itu segera menghampirinya untuk membantunya berdiri.
"Lo nggak a..."
Gadis itu menoleh mendapati cowok itu sudah berdiri dan mengangkat motornya.Ketika cowok itu menoleh, gadis itu mendapati sedang berhadapan dengan seorang cowok yang tinggi,kekar dan mengeluarkan aura berbahaya.Secara refleks gadis itu mundur perlahan dan mendapati sepasang bola mata berwarna coklat sedang menatap kearah manik matanya.Ada aura dingin dibalik tatapan yang dilayangkannya.Tiba-tiba cowok itu segera menaiki motornya dan memacunya diatas kecepatan rata-rata ke arah gerbang sekolah.Gadis itu masih terpaku disana hingga sebuah suara mengagetkannya.
"Teng.....Teng....."
"PAK AZIZ GERBANGNYA JANGAN DITUTUP DULU"
🎭🎭🎭
Gadis itu berlari kecil kearah barisan kelasnya.Bahagia terpancar dari wajahnya saat berbaris dibelakang seorang cewek berambut pendek sebahu yang tadi sedang merapikan topinya.Gadis itu tersenyum kecil melihat cewek itu sedang beradu mulut dengan seorang cowok tampan yang berbaris disebelahnya.Tatapan cewek itu memancarkan kemarahan yang dibalas oleh tatapan jail yang dilayangkan oleh sang cowok.
"Sok atuh Cin ,berantem ditengah lapangan sebelum mulai upacaranya" Gadis itu berkata jail pada sahabatnya yang sedang menatap marah ralat murka kearahnya.
"Angeliiiiineeee,bisa nggak gak usah gangguin gue.Nggak elo,nggak Ashton sama aja.Sama sama bikin emosi" Cewek didepannya memanyunkan bibirnya kedepan membuat cowok disampingnya terkekeh geli dan mengedipkan matanya,sedangkan Angeline memutar bola matanya melihat kelakuan kedua orang didepannya.
"Lo kok cuma sendiri,krucil yang lain pada kemana?"tanya Angeline sambil menengok ke belakang Ashton,dimana biasanya terlihat Daren dan William.Ashton hanya mengangkat bahunya sambil mengedarkan pandangannya ke orang yang sedang berebut masuk ke barisan upacara.
Saat ia menoleh kearah belakang ia mendapati 3 orang cowok keluar dari kantin.Cowok itu menggelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan absurd ketiga temannya.Masih bisa makan saat akan upacara
"Tuh anaknya yang pada lo tanyain!"
Angel menoleh dan mendapati 3 orang cowok yang mengundang tatapan memuja dari kaum hawa di sekitarnya.Seorang cowok yang bernama William sedang asik memakan eskrimnya, Sedangkan Daren teman sekelasnya asik tebar pesona pada adik kelas yang lewat,membuat siappun yang menoleh padanya menatap kagum mata hijau safirnya,sedangkan seorang cowok lagi yang berjalan agak jauh di belakang mereka hanya berjalan.Ia tidak melakukkan apa apa, namun perhatian seluruh kaum hawa seakan tersedot kearahnya.Ia tinggi,besar,dan mengeluarkan auara mengancam yang kental.Tiba-tiba cowok itu mengangkat wajahnya dan Angel mendapati ia ditatap dengan iris mata coklat yang sama yang tadi pagi menatapnya.Angel membeku ditempat,bingung harus bertindak apa. Mata itu mengisyaratkan bahaya dari pemilik bola mata itu.Namun entah kenapa Angel merasa nyaman memandang mata tersebut.Ashton melambai pada mereka,membuat es krim William tidak sengaja terjatuh karena tersenggol Daren yang balas melambai heboh.Wajah Daren memucat, tahu bahwa ia baru saja membangunkan Raja setan dari neraka,dengan segera ia berlari meninggalkan William yang sudah siap mencekiknya.
"EH,TOLOL TANGGUNG JAWAB INI ESKRIM GUE LO BUAT JATOH!"
Sambil meringis Daren hanya mengangguk pasrah ketika ia nanti dimintai duit pertanggung jawaban.
Daren melihat kearah Angeline yang masih terpaku menatap seseorang yang berjalan kearahnya.
"Ngeliatin apaan lo?,sampe serius banget?"Pertanyaan itu membuyarkan isi kepala Angeline sehingga ia terkejut.Menoleh ia mendapati Daren menatap jail kearahnya,Angel hanya mengelengkan kepalanya pelan,matanya melirik kearah sesosok dibelakang Daren yang asik mendengarkan lagu dari earphonenya. Ia ingin meminta maaf pada cowok itu karena sudah membuatnya terjatuh dari motor.Ia tau itu salahnya karena berjalan terlalu ketengah.Daren ingin berkata sesuatu saat tiba-tiba Cindy memotong perkataannya.
"Eh,lo ke...."
"Der,diem.kecuali lo mau dijemput Pak Aziz kedepan!!"
"Iya,bu"adalah jawaban yang diterima Cindy,Sehingga membuat ia segera menabok pipi Daren keras hingga Ashton dan Wiliam meringis mendengar suaranya.
"PLAK!"
🎭🎭🎭
Hai guys,this is my first story.Sorry for any typo and eror.Happy reading😄😄.
YOU ARE READING
Trauma
Teen FictionBercerita tentang luka masa lalu.Bercerita tentang perjuangan menjaga cinta.Bercerita tentang menghapus luka dan membuka lembaran baru. Hugo Alexander Mahantara tidak pernah mengetahui bahwa seorang gadis cerewet yang bertemu dengannya pada hari per...
