Jika seorang gadis dan pemuda menjalin hubungan persahabatan maka tak mungkin salah satu dari mereka tak memiliki perasaan lebih terhadap sahabatnya. Sama halnya Gilia terhadap Darren.
Walaupun seorang pembuat onar, Dave hanya ingin mencari perhatia...
Aku Mirabela Gilia, seorang gadis asal Nerwis yang kini memilih menetap di NeFire. Kedua orang tuaku tewas dalam kecelakaan pesawat yang pada saat itu mereka sedang dalam perjalanan bisnis. Kepergian orang tuaku membuatku tumbuh menjadi gadis pendiam dan cuek. Aku selalu merasa hampa.
Aku tinggal di sebuah rumah minimalis yang dibeli dengan sisa harta yang ditinggalkan kedua orang tuaku. Jumlah yang ditinggalkan bukanlah sedikit mengingat bahwa Ayahku seorang CEO di perusahaan MG Group. Sedangkan Ibuku seorang Designer yang juga merangkap sebagai Sekretaris pribadi Ayah. Biaya sekolah pun masih bisa terpenuhi dengan sisa uang tersebut. Walaupun begitu aku juga bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari - hariku dan juga tabungan untuk biaya kuliahku nantinya.
Usiaku sekarang telah menginjak 17 tahun dan tahun ini aku menduduki bangku kelas 3. Aku bersekolah di NeFire Senior High School, yang biasa disingkat dengan NSHS.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Dia adalah Darren Ethan Lovino, seorang sahabat yang kumiliki. Dia mau berteman denganku ketika yang lain malah menjauhiku, dia juga yang selalu mengerti perasaanku. Dan aku selalu bawel jika bersamanya.
•~•~• Normal POV •~•~•
Seorang gadis berambut hitam panjang yang dikuncir ala ponytail semakin mempercepat langkah kakinya. Ia tak ingin terlambat mengingat ini adalah hari pertamanya masuk sekolah sebagai murid kelas tiga.
Sesekali ia melirik jam tangan yang bertengger manis di lengan kirinya. "Hah ... 10 menit lagi bel masuk." Dia mendengus pelan.
Brum ... Brum ... Gadis itu menengok kearah sumber suara, ia langsung mengernyitkan kedua alisnya saat melihat seorang pemuda berambut side swept layer dengan Bugatti Chiron yang dikendarainya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Pemuda itu adalah Dave a.k.a David Christian Levin, salah satu The Most Wanted Boy di NHSH. Walaupun memiliki wajah yang sangat tampan, namun dia adalah seorang pembuat onar. Dan siapapun yang berdekatan dengannya selalu mendapat masalah.
" Ayo naik !" ajak Dave, tapi Gilia, gadis tersebut tak menghiraukan perkataannya. Ia langsung berlari sekuat tenaga meninggalkan pemuda itu.
" Dasar gadis aneh, ditawarin malah lari," ujarnya sambil menatap kepergian Gilia. Ia pun langsung menancap gas menuju NSHS.
•~•~•~•~•
Brak ... Semua yang berada dalam kelas 3A memandang kearah pintu yang dibuka dengan kasar. Gadis yang kini jadi pusat perhatian, terlihat letih setelah berlari cukup jauh untuk bisa sampai di sekolah.
Gilia tak mempedulikan tatapan merendahkan mereka, ia langsung berjalan menuju bangku kosong tepat disamping pemuda berkacamata.
" Tumben terlambat," ujar Darren teman sebangku Gilia sekaligus sahabat baiknya.
" Semalam aku lembur." Gilia meletakan tas ransel hitam miliknya dan langsung mengeluarkan beberapa buku pelajaran.
" Oh iya ...," Darren segera mengambil sebuah buku Scifi berjudul Dust dan menyodorkannya pada Gilia "...ini buat kamu, Gi."
" Ha?!" Gilia mengernyit heran ketika Darren memberikan sebuah buku karangan Hugh Howey, yang menurutnya cukup mahal.
" Udah ambil aja, lagian aku niatnya pengen beli buku ini udah dari lama buat kamu. Cuman baru bisa beli sekarang, maaf yah."
" Kok kamu minta maaf, Dar?! Ini buku yang cukup mahal. Aku juga nggak minta kamu untuk belikan, lebih baik kamu simpan uangnya untuk keperluanmu yang lain."
" Nggak apa - apa kali Gi, aku senang bisa berikan apa yang kamu inginkan asalkan kamu senang, " ujar Darren sambil menampilkan sebuah senyum terbaiknya.
" Makasih, Dadar. Tapi ingat yah jangan terlalu memaksakan diri." Darren mendengus pelan tiap kali mendengar julukan yang diberikan Gilia padanya.