Zaktualizowaliśmy nasze Wytyczne Treści.
Zapoznaj się z najnowszymi wytycznymi, aby nadal bezpiecznie udostępniać historie.

1. Sekolah Baru

163 3 0
                                        

Sang mentari kembali bersinar menyinari bumi dengan sinarnya. Pagi ini R. Ayuning Chaeyoung Wijaya bersiap untuk ke calon sekolah barunya untuk mendaftar diri. Ia akan mendaftarkan diri di SMA Kesatuan salah satu sekolah yang berada di Jakarta.

"Ayo Bunda!"

"Sebentar sayang! Bunda lagi siap-siap ini. Kamu nunggu di depan sama Ayah aja. Bunda bentar lagi keluar, mau ambil syarat-syarat untuk daftar sekolah dulu!"

Chaeyoung, nama panggilannya. Ia mengangguk menyetujui ucapan Bunda tercintanya dan memilih berjalan ke halaman depan rumahnya.

"Anak Ayah sudah besar, sekarang udah mau kelas 10 aja," Ayah Chaeyoung mengusap rambut Chaeyoung dengan sayang.

"Jelaslah Yah, Chaeyoung kan udah besar sekarang," ucap Chaeyoung dengan bangga. "Enggak kayak kakak masih kayak anak kecil aja," tambah Chaeyoung terkikik saat melihat kakaknya yang ingin menghampirinya.

"Suka ya ngisengin kakak kamu." Bunda tiba-tiba datang dan sudah berada di samping Chaeyoung.

"Iya tuh Bun, masa adek kayak gitu sama Kakak, kan Kakak daritadi diem aja," ucap Kakak Rai yang bernama R. Kaindra Wijaya dan lebih sering di panggil Kai.

"Idih Kakak mah gitu orangnya, aku kan bercanda doang. Terus sekarang Kakak mau kemana?"

"Oiya Bun, Kakak mau main basket nih di rumahnya Jongdae. Nanti jam 11 siang udah di rumah kok, Kakak nggak main-main lagi kok!" ijin Kai.

Bunda mengangguk. "Yaudah hati-hati naik motornya jangan ngebut!"

"Siap Bunda!"

"Sudah Bunda? Ayo berangkat takutnya nanti kita kesiangan!" ucap Ayah dan disetujui oleh Chaeyoung.

"Yaudah ayo!" Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan Ayah mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman.

☘☘☘

"Bunda sama Ayah duluan aja, aku mau pake sepatu dulu," ucap Chaeyoung.

"Beneran?"

"Iya Ayah, nanti aku bisa sama orang tempat pendaftarannya," jelas Chaeyoung.

Ayah dan Bunda mengangguk lalu meninggalkan Chaeyoung sendiri di dalam mobil.

"Welcome to SMA Kesatuan!" Chaeyoung membaca banner yang menempel di dinding dekat lobby sekolah.

Nggak nyangka gue udah mau SMA, padahal baru kemarin masuk SMP mah. Batin Chaeyoung sambil ia tersenyum.

Ia berjalan memasuki lobby dan menatap sekeliling. "Maaf Kak, mau tanya ruang pendaftarannya mana ya?" tanya Chaeyoung kepada seorang cowok berpakaian putih abu-abu.

Sepertinya dia Osis. Pikir Chaeyoung.

"Lo mau daftar?"

"Iya Kak, tapi Bunda udah duluan masuk ke ruang pendaftarannya," jawab Chaeyoung.

"Oalah, lo dari sini lurus aja dek terus belok nganan kan habis itu lurus nah di belakang perpus itu ruang pendaftarannya. Kamu ngerti?"

Chaeyoung mengangguk tanda ia mengerti. "Makasih ya Kak, emm..."

"Nama gue Baekhyun."

"Oh oke Kak Baekhyun, makasih ya!"

"Sama-sama."

Chaeyoung berjalan meninggalkan Baekhyun dan menuju tempat yang di tunjuk Baekhyun tadi.

"Ayah!"

"Kenapa sayang?" tanya Ayah Chaeyoung yang sedang duduk di depan ruang pendaftaran bersama orangtua calon murid yang mendaftar seperti dirinya.

"Bunda mana?" tanya Chaeyoung.

To już koniec opublikowanych części.

⏰ Ostatnio Aktualizowane: Jul 30, 2018 ⏰

Dodaj to dzieło do Biblioteki, aby dostawać powiadomienia o nowych częściach!

MY (BAD) BOYOpowiadania do pokochania. Odkryj je teraz