Mentari mulai menampakkan dirinya pertanda waktu pagi segera tiba.
Kringgggg...
Suara alarm jam berwarna hitam putih berdering membangunkan seorang gadis anggun berkulit kuning langsat dengan mata bulat, bangun dari tempat tidurnya.
Aizah Putri Sevani adalah nama gadis anggun itu, panggil saja Ais. Pagi ini awal bagi dia memasuki bangku SMAN 2 Tanggerang. Sambil bernyanyi riang Ais menujukan langkahnya ke kamar mandi sambil mengalungkan handuk putih tebal. Tak begitu lama, setelah mandi Ais langsung memakai seragam putih dengan bawahan rok abu-abu. Jari jemari Ais mengikat rambut ikalnya dengan karet gelang berwarna hitam pekat.
Tangan Ais mengambil tas ransel dengan motif pulkadot warna abu-abu, akan tetapi, suasana menjadi hening seketika, tak sengaja mata Ais terfokuskan pada sebuah jam tangan silver sambil meneteskan air mata. Jam tangan itu kado ulang tahun dari pacarnya dulu. Samuel Aditya Putra cowok itu pernah menjalin hubungan dengan Ais akan tetapi takdir tak menyatukan mereka berdua. Sampai detik ini Ais tak bisa melupakan cowok tersebut dari hati kecilnya. Wajar aja mereka saling suka tapi Ais mengorbankan perasaannya demi sahabat baiknya, Viana.
Dalam sekejap lamunan Ais terhenti karena teriakan mama "Sayang cepat turun kita sarapan dulu mama sudah masakin," ujar mama.
"Baik ma ini Ais mau turun," sahut Ais.
Dengan cepat ia mengambil sepatu hitam putih dengan tali sepatu diikat simpul pita, kemudian ia langsung menuju meja makan. Tanpa banyak bicara ia menyantap lahap nasi goreng telur mata sapi, makanan favorit nya sejak kecil.
Sarapan pun usai Ais menuju garasi untuk menaiki mobil pribadinya, tetapi di depan pintu rumahnya terdapat mobil berwarna silver, Ais heran melihat mobil itu, entah siapa yang memilikinya. Tiba-tiba papa Ais muncul dengan membawa kunci mobi bergantungan anak panda dan teriak "Suprizeeee, ini kado dari papa karena putri papa ini rajin belajar hingga masuk SMA favorite".
"Thanks papa, bagus banget mobilnya warnanya Ais suka" ucap Ais dengan raut wajah amat gembira.
-oo00oo-
"Entah kenapa gue keinget Samuel lagi, pasti saat gue ngeliat jam tangan itu. Ngapain juga jam itu muncul segala jadi flashback kan. Tapi inget Ais lo udah berhasil ngerelaiin dia, Samuel itu punya sahabat lo, jadi korbanin deh perasaan lo demi Viana. Nyari sahabat sejati kayak Viana itu susah banget dibanding dapetin pacar," runtuk Ais panjang lebar di dalam mobil.
Ais melengkukkan lengan sebelah kirinya, menatap jarum jam yang menunjukkan pukul setengah tujuh, dengan buru-buru ia langsung menaikkan kecepatan mobilnya.
Beberapa menit kemudian mobil Ais melewati gerbang utama sekolah. Ais lebih memilih memarkir mobilnya di tempat yang tidak terlalu mencolok dan memastikan bahwa mobilnya sudah terkunci. Dengan santai langkah kakinya menuju lobby sekolah, tetapi ia heran melihat kerumunan para siswa, dengan tergopoh-gopoh Ais menghampirinya. "Eh itu mading sekolah ada apaan kok rame banget?" Tak ada satu pun yang menjawab pertanyaan itu. Rasa penasaran membawa tubuh mungil Ais merapat ke arah mading, ternyata tempat pembagian kelas murid baru. Jari lentiknya menyusuri setiap kertas yang ada di mading . "Aizah Putri Sevani kelas IPA 2".
Ais langsung berbalik arah hendak mencari kelas IPA 2. "Dimana nih kel-,"
Brukkkkk...
Tiba-tiba badan Ais terhuyung dan jatuh, tanpa disengaja ia menabrak laki-laki membawa map, kertasnya jatuh berhamburan kemana-mana. Spontan Ais berdiri dan membantu mengumpulkan kertas-kertas itu. "Eh maaf-maaf gue nggak sengaja, gue bantu ngerapiinya"
KAMU SEDANG MEMBACA
AGAIN
Fiksi RemajaCinta? Satu kata rumit penuh teka-teki. Terkadang cinta membuat kita bahagia atau mungkin sebaliknya. Patah hati adalah akhir dari semuanya. Pernah patah hati hingga tak percaya lagi adanya cinta? Sama dengan Aizah Putri Sevani biasa disebut dengan...
