Amerika, 12 Januari 2018
"Nanananana... Hei, let's sing togheter friends. I'm bored, Lucy." Kata seseorang di dalam tempat karaoke itu.
"You can't do this,Lyod. Kau sudah benar-benar mabuk." Kata seorang sambil mengambil mikrofon dari tangan orang itu.
" Abraham benar. Kau sudah terlalu mabuk." Ucap seorang wanita di samping orang itu.
"Berisik, aku tidak mabuk, kalian saja yang terlalu serius menghadapi para penyihir itu. Lihatlah tim Lyod yang akan membunuh para penyihir itu." Ucap orang bernama Lyod.
"Kau ini benar-benar mabuk. Kita hanya ditugaskan menangkap para penyihir hidup-hidup. Untuk urusan penyihir tingkat S kita serahkan kepada senior kita." Ucap laki-laki bernama Abraham.
"Itu benar sekali. Kau tak ingin mati konyol bukan?" tambah perempuan bernama Lucy itu.
"Hah... Kalian terlalu afraid. Omong-omong, aku sudah mengambil sebuah misi. Kita harus berangkat besok pagi. Ayo bergegas." Ucap Lyod sambil berjalan keluar dari tempat karaoke itu. Jalannya tertatih-tatih karena ia sedang mabuk berat. Namun, untungnya kedua temannya segera menompang tubuhnya agar tak jatuh.
"Kau ini benar-benar pembuat masalah. Namun, itulah mengapa kami mempercayakan hidup kami padamu. Tak bisa dipungkiri bahwa kita juga salah satu penyihir itu." ucap Abraham.
"Walaupun kita penyihir, tetapi kita berbeda. Kita tidak diburu melainkan memburu. And, aku juga merindukan hidupku yang nyaman sebelum terjadi teror para penyihir. I like this momment." Ucap Lucy.
Ketiganya pergi ke tempat istirahat mereka di sebuah apartemen sederhana yang memiliki 4 buah kamar tidur , sebuah dapur, dua buah kamar mandi dan, ruang tamu. Mereka pun merebahkan tubuh Lyod ke atas kasur dan kembali ke tempat tidur masing-masing dan terlelap.
Keesokan harinya, Lyod bangun mendapati dirinya sudah ada di atas kasur. 'Apakah Lucy dan Abraham yang membawaku pulang semalam?' tanya Lyod dalam hati. Ia pun keluar kamar dan melihat Lucy sudah menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.
"Pagi, Lyod. Kau sudah baikan?" tanya Lucy.
"Sudah, kemana Abraham? Biasanya kan dia membantumu menyiapkan sarapan? Tanya Lyod.
"Dia kelelahan membawamu sendirian kembali ke apartemen. Sudahlah makan dulu dan berangkat ke sekolah. Hari ini kita tidak boleh terlambat. Aku akan membangunkan Abraham dulu." Ucap Lucy.
"Hari ini kita tak akan sekolah. Kita akan melaksanakan misi ke pegunungan. Tidak lupa, kan?" tanya Lyod.
"Kita tak ada misi hari ini. Aku menelpon pihak perusahaan agar kami break sehari dan aku sudah menyerahkan selembaran misi yang kau ambil kemarin." Jawab Lucy.
"APA?! Kenapa kau kembalikan itu kan misi yang aku ambil. Lumayan, hasilnya kita bisa buat bayar apaertemen setahun?" teriak Lyod.
"Apa kau ingin mati konyol, heh? Itu adalah misi tingkat S yang seharusnya senior kita yang mengambilnya, bodoh!" ucap Abraham yang sudah berjalan menuju meja makan.
"Tapi,~" ucap Lyod.
"Tak ada tapi-tapian. Itu misi berbahaya tahu! Walaupun kau pemimpin, kau harus bisa memikirkan anggotamu juga. Hari ini kita berangkat sekolah, kita sudah dua hari ijin tak masuk sekolah." Ucap Abraham.
"Baiklah..." kata Lyod kesal. "Omong-omong kemana Lucy?" tanya Lyod.
"Dia masih tertidur. Tadi itu cuman hologramnya saja. Setelah kekuatannya habis makan hologramnnya akan menghilang. Kau tahu tidak, dia tadi pagi bangun dan membuatkan kau obat penawar. Agar efek mabukmu itu hilang di pagi hari. So, makanlah, nanti 1 jam sebelum berangkat aku akan membangunkannya. Biasanya kan kau lari pagi? Kenapa hari ini tidak?" tanya Abraham.
"Aku hari ini libur dulu. Aku akan membantu pekerjaan kalian di rumah dulu dan berangkat bersama-sama ke sekolah." Jawab Lyod.
Setelah bersiap-siap, Abraham pun membangunkan Lucy di kamarnya dan memintanya untuk segera bergegas. Sedangkan Lyod yang kini sudah selesai membersihkan diri segera pergi untuk bersiap-siap.
Pagi itu cuaca sangatlah cerah, langit biru dan beberapa kicau burung menemani perjalanan mereka ke sekolah. Mereka memilih untuk naik kereta karena lebih efektif waktu dan juga menghindari macet. Mereka bertiga berjalan bersama melewati pertokoan di kanan kiri jalan. Tepat di sebuah toko, Lyod berhenti dan mulai melihat-lihat sekeliling toko itu.
"Apa kau mencari sesuatu, Lyod?" tanya Lucy.
"Sepertinya ini toko yang menarik, John Coffe Shop. Bagaimana kalo kita mampir di sini dulu?" tanya Lyod.
"Tak boleh, kita sudah terlambat ini. Kalo kau ingin mampir, nanti saja sepulang sekolah. Kau ini selalu saja membuat kita sering terlambat tahu!!" Ujar Lucy.
"Lucy benar, Lyod. Lebih baik kita segera pergi dan kita akan mampir lagi sepulang sekolah. Bagaimana?" ucap Abraham.
Dengan menyesal, akhirnya Lyod pasrah dan mereka pergi ke sekolah. Lyod yang terlihat sedih karena tidak bisa menikmati kopi di pagi hari yang sudah menjadi kebiasaan Lyod. Abraham yang melihat tingkah lucu Lyod hanya bisa tertawa dan mengelus pelan kepala Lyod. Walaupun merasa kesal, tetapi mereka terlihat sangat akrab. Telihat jelas dari perilaku mereka. Di samping itu, terlihat 4 orang keluar dari tempat itu.
"Terima kasih atas jamuannya, Mr.John." ucap seseorang.
"Kami akan mampir lagi, dah." Ucap orang kedua.
"Dasar bodoh, thank you so much Mr. John. Sorry about my brother." Ucap orang ketiga.
"Your welcome, fine." Ucap orang keempat yaitu pemilik tempat tersebut. "Be careful, bye bye, the young witches."
ESTÁS LEYENDO
Untamed
FantasíaPrologue Dunia manusia yang meiliki berjuta rahasia adalah dunia yang damai dan tentram. Semua manusia hidup rukun dan dapat dipercaya. Namun, itu semua berubah ketika dunia manusia yang penuh kedamaian berubah menjadi dunia yang diselimuti oleh ter...
