Pernahkah kita semua berfikir,besok akan ada apa?ada siapa?..aku pernah merasa dan itu menjadi teka teki seru dalam hidup yang harus kita pecahkan.
Sore itu kaki aisyahra salsabila kembali menginjak kan jejaknya di pantai pandawa bali,dan mungkin ini akan menjadi hari terakhir ia disini.
Ia tersenyum memandang samudra luas didepanya,tuhan begitu hebat menciptakan semua yang ia lihat.
"KENAPA KAU BEGITU JAHAT HA!!"
Teriakan yang tak jauh darinya membuat syara menoleh,disana tak jauh dari tempatnya berdiri,seorang pemuda dengan penampilan yang bisa dibilang kacau berteriak teriak layaknya orang gila.
"TUHAN KENAPA KAU TIDAK ADIL HAH!!"
lagi lagi pemuda itu berteriak kencang membuat syara mendengar tidak suka,ia melangkah mendekati pemuda itu.
"Tuhan selalu adil andai kamu tahu"sahutnya yang udah berdiri disamping pemuda itu.
Pemuda itu menoleh kearahnya dengan pandangan bingung,
"Lo siapa?"tanya pemuda itu.
"Jangan pernah menganggap hidup kamu gak adil hanya karena kamu dikecewakan tuhan sekali,coba lihat dibawah kamu"ujarnya mengabaikan perkataan pemuda tersebut.
Ia segera pergi dari sana karena panggilan dari ayahnya.
Sepeninggal gadis tadi pemuda itu masih berdiri mematung,entah kenapa perkataan gadis tadi tepat mengenai hatinya.
=====
Jakarta,kota macet dengan asap dimana mana.setelah liburan panjangnya akhirnya ia kembali lagi ke kota kelahiran ya.
Syara menatap jengkel pohon besar disamping rumahnya.
"Bun pohon punya tetangga di tebang aja napa ngotorin halaman aja tahu,dah gitu gak ada yang ngurus tu rumah"dumel syara pada bunda nya.
"ya gak bisa dong sayang kan bukan punya kita"sahut ayahnya yang masih sibuk membaca koran pagi.
"kan syara capek nyapu juli."dumelnya.
ayahnya hanya geleng geleng melihat putri kecilnya itu.
"kalau gak ikhlas gak usah diterusin lah dek"
kali ini Bunda nya ikut menyahuti dirinya dan duduk disamping ayahnya.
syara semakin jengkel saja,ia tetap melanjutkan menyapunya dengan jengkel.
ini lah kehidupan nya ia yang akan menyapu dan mengepel ibunya memasak,ia bukan dari keluarga kaya seperti diluar sana ia hanya seorang anak dari PNS dan ibunya juga seorang guru di sekolah swasta di jakarta.
menjadi anak terakhir buat syara hal yang paling tidak enak karena diusia yang masih muda ia harus udah megang urusan rumah karena kedua kakaknya kuliah dan berkeluarga.
sore terakhir liburannya ia habiskan bersenda gurau dengan ayah dan Bunda nya,kapan lagi bisa seperti ini.
"kamu udah siap buat besok dik?" tanya Bunda nya.
"udah lah bun,lagian aku itu semangat banget mau kelas 11 karena kelas 11 itu yang paling seru"jawabnya antusias.
======
Semua kehidupan telah diatur oleh yang diatas tak ada uamg tahu akan ada apa dan bagaimana dimasa depan..
Paciran,rabu 12 juni 2019
Love akang brithday💕
YOU ARE READING
Dear Time
Teen FictionMungkin semua kejadian dari awal adalah petunjuk takdir darinya. "Aisyarah nursalsabila"
