Permulaan

12 4 0
                                        

Tok tok tok

Sayup-sayup ku dengar seseorang mengetuk pintu kamarku. "Sayang, bangun, Nak. Ini sudah jam tujuh, kau belum makan malam. Vanka, bangun"

"Iya, Ma. Vanka sudah bangun. Sebentar lagi Vanka keluar," jawabku

Dengan malas aku bangun dan keluar dari kamar berjalan menuju ruang tamu. Aku sedang malas makan hari ini. Mungkin karena sedang datang bulan aku jadi malas.

Kulihat abangku sedang duduk di sofa ruang tamu. Aku menghampirinya dan berbaring di sebelahnya, menjadikan pahanya sebagai bantalku.

"Dasar kebo ya adik abang yang satu ini. Cepat makan sana, sepulang kampus kau belum makan,kan?" tanyanya.

Aku mengangguk. Aku memeluk pinggangnya dan berkata,"aku sedang datang bulan. Dan kau tau jika aku sedang seperti ini aku malas makan."

"Cepat makan! Setelah kau makan abang akan mengajakmu jalan"

Aku menatapnya. Mataku berbinar. "Benarkah?" Tanyaku penuh harap. Dia hanya mengangguk dan tersenyum. Aku langsung bangun dan berjalan menuju dapur untuk makan malam.

-----------

Setelah makan, aku segera bersiap-siap. Menghampiri abangku yang sudah menunggu di luar. "Ayok kita pergi," ucapku penuh semangat. Dia mengangguk dan berjalan terlebih dahulu menuju mobilnya.

Aku mengikutinya dari belakang dan langsung masuk begitu dia membukakan pintunya untukku. Setelah itu, dia masuk dan menjalankan mobilnya.

Aku hanya terdiam memandangi jalan dari dalam mobil. "Kau masih memikirkannya?" Tanyanya. Aku menoleh dan tersenyum kecut. Dia mengusak rambutku. "Tak apa, kau hanya membutuhkan waktu untuk melupakannya." Aku mengagguk mendengar perkataannya itu.

Sekitar dua puluh menit, kamipun sampai di mall. Aku sedikit kesal karena aku tidak terlalu menyukai mall. Aku tipe orang yang tidak begitu suka berbelanja. Aku mengerucutkan bibirku. Abangku yang berada di sebelahku merangkul bahuku.

"Sudah, abang tau kau mau sekali sepatu yang kau incar itu. Makannya abang membawamu ke sini untuk berbelanja."

"Ya sudah, asalkan kau yang bayar aku pasti mau," aku terkekeh pelan. Dan dia mengangguk tanda menyetujuinya.

----

"Baiklah, kita sudah mendapatkan apa yang kau mau kan?"

"Yap, terimakasih Reyvaldo Martin Antonius"

"Sekarang pulang?"

"Ayo kita pulang!"

Dan akhirnya kami pun pulang dengan membawa sedikit belanjaan.

*********

Oke, ini wp pertama saya. Jadi, saya mohon maaf jika ada yg salah.

LOVE SCENARIOStories to obsess over. Discover now