🎶 even with my eyes closed you're beautiful🎶
"ASTAGA ARLETTA KEYRA. Lo tuh cewek apa kebo sih hah? Cantik-cantik jam segini belum bangun. Mama tuh udah manggilin dari tadi let. Bangun kek lo." Teriak Atha saat melihat si empunya kamar bernuasa babyblue itu masih tertidur pulas tanpa ada niatan mengakhiri mimpinya. Atha menarik narik tangan adiknya yang sedari tadi masih tidak mau bangun.
"Apa sih kak. Ini hari sabtu dan Letta libur. Dan ini kesempatan Letta bangun siang kak. Sana ah ganggu aja lo." Letta menarik kembali selimut berwarna birunya untuk menutupi wajahnya.
Atha mendengus melihat kelakuaan adik kesayangannya itu.
"Letta, iya gue tau hari ini sabtu dan lo libur. Tapi lo ga lupakan hari ini kita bakal pindah ke Jakarta? Letta bangun donk cepet. Let, LETTA." Athala meneriaki adiknya yang tak kunjung mau bangun.
"Iya Letta inget. Tapi gue beneran masih ngantuk astaga." Masih tetap diposisi awalnya dan sekali lagi tanpa ada niatan bangun.
Karna kehabisan akal membangunkan gadis ini. Akhirnya atha
"MAMA, ARLETTA KEYRA ANAK KESAYANGAN MAMA GAK MAU BANGUN." Mendengar kakaknya berteriak membuat sang pemilik kamar mendengus dengan tingkah kakaknya yang menyebalkan ini.
"Kakak jangan teriak-teriak. Ini rumah bukan hutan kak. Arletta bangun. Anak gadis gak baik bangun siang-siang. Mandi cepetan"
"Asli yah lo pagi-pagi ngeselin. Orang tidur digangguin. Parah emang lo kak." Arletta beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi sambil mengerucutkan bibirnya. Atha hanya bisa cekikikan melihat tingkah adiknya.
🌹🌹🌹
Setelah kejadian tadi pagi. Disinilah sekarang Letta duduk dimeja makan bersama kedua orang tuanya dan kakaknya yang tadi pagi mengusik pagi indahnya.
"Letta, semua barang-barang kamu udah di packing kan? Gak ada yang ketinggalan? Mama gak mau yah kalau kamu minta balik lagi karna ada yang ketinggalan" Dilla memang tau bahwa anak gadisnya ini suka ceroboh.
"Masih ada beberapa yang belum Ma, pajangan-pajangan Letta belum aku masukin kardus. Abis makan Letta lanjutin packingnya."
"Letta kamu jugakan udah besar, kalau dibangunin tuh bangun. Jangan kayak tadi ya." Sekarang gantian papanya, Alven yang menceramahinya soal tadi pagi.
"Iya pa. Letta ngantuk banget abisnya. Semalam gak bisa tidur sampai jam 2 pagi."
"Siapa suruh lo tidur jam segitu. Belajar jadi kalong lo?" Sekarang juga ingin rasanya Arletta mendorong kakaknya ini dari ketinggian 1km.
"Nyamber aja lo kayak tiang listrik. Gue gak bisa tidur soalnya gue masih kepikiran pindah Jakarta."
"Kenapa lagi sayang?"
"Gapapa sih Ma, cuma Letta kepikiran aja."
"Pa, Ma , Atha udah selesai makan, naik dulu yah, mau lanjutin packing barang lagi."
"Letta juga deh pa, ma."
🌹🌹🌹
Letta memasukkan semua buku-buku novel yang ia punya sejak masih kelas 1 SMP. Gadis ini memang hobi sekali membaca buku, terutama novel fiksi.
YOU ARE READING
The Boy Who Call Me Sweetheart
Teen FictionIni bukan sekedar kisah seorang gadis remaja yang menjalani hidupnya dengan biasa-biasa saja Ini tentang Arletta Keyra, gadis remaja yang mempunyai paras cantik. Gadis yang selalu menunjukan senyum manis di muka umum. Namun siapa sangka Arletta bisa...
