Malam yang dingin. Angin berhembus kencang, bersamaan dengan suara gemuruh guntur yg memekakan telinga di tengah hujan yg sangat deras.
Di sebuah rumah besar nan mewah, dua orang wanita sedang bertengkar.
"Aku tak akan pernah membiarkan pria kotor dan miskin itu menginjakan kakinya lagi di rumah ku ini, apalagi membiarkannya menyentuh kedua cucuku. TIDAK AKAN PERNAH KU BIARKAN!" marah wanita paruh baya itu di depan putrinya yg menangis. Ny. Han.
Hye jin, berlutut di kaki ibunya.
"Dia suamiku eomma! Chanyeol suamiku! Aku dan kedua putriku membutuhkannya. Tolong jangan pisahkan kedua putriku dari Ayahnya!" Hye jin menangis sambil memegang kaki ibunya.
Ny. Han menghempaskan putrinya dari kakinya.
"Dia itu pria miskin! Hye jin-ah.. buka matamu! Bagaimana bisa kau menyukai pria yg tidak punya pekerjaan seperti itu, hah? Apa dengan membiarkannya kembali padamu dan kedua putrimu, semuanya akan berubah? Apa dia bisa menafkahimu? Membeli susu anaknya? Apa bisa? Dari awal aku sudah bilang padamu, menikahlah dengan pria yg sederajat dengan KITA...! Apa yg Suho tidak punya sehingga kau lebih memilih brandalan itu, hah? Apa Baekhyun kurang tampan dari pada suamimu itu? Katakan Hye jin, apa yg kau lihat dari PRIA ITU!" bentak Ny. Han
Hye jin bangkit dari duduknya lalu menatap ibunya tajam.
"Yang ku lihat dari Chanyeol itu hanya satu eomma! Hati. Suho memang kaya, tapi apa dia punya hati yg kaya juga? Apa dia bisa menerimaku apa adanya selayaknya Chanyeol? Apa dia bisa meluangkan waktunya sebentar untuk keluarganya di tengah kesibukan bisnisnya yg luar biasa? Katakan eomma apa dia bisa? Baekhyun memang tampan, tapi dengan ketampanannya tersebut apa dia bisa setia padaku? Apa dia mampu bekerja banting tulang seperti Chanyeol tanpa takut sinar matahari dan debu? Tak akan ada yg bisa menyamai suamiku. Aku hanya butuh suami yg mencintaiku apa adanya, setia dan mampu bertanggung jawab. Aku tidak mau yg kaya dan tampan. Cukup, seperti suamiku Chanyeol. Aku hanya ingin hidup sederhana bersamanya!" ucap Hye-jin penuh emosi.
"Kau di butakan oleh CINTA...!"
PRANKK.....!!!
Suara benda pecah dari arah kamar di susul oleh tangisan bayi menghentikan perdebatan ibu dan anak itu.
Ny. Han segera memeriksa apa yg terjadi di dalam kamar, di ikuti oleh Hye jin. Mereka berdua membelalakan mata saat melihat Chanyeol melarikan diri meninggalkan kamar melewati jendela sambil membawa salah satu dari bayi mereka. Hee young. Chanyeol berlari sangat cepat membawa putrinya di tengah hujan yg sangat deras.
"Ya..! Kembalikan cucuku...!" seru Ny. Han berteriak.
"Hee young-ah....!"
*******
22 tahun kemudian.
Seoul, 2016
"Ya...! Apa kalian tidak bisa cepat! Ini sudah hampir jam 7! Kalian ingin terlambat atau tak ku beri uang jajan!" teriak gadis berambut panjang yg di kuncir kuda di depan pintu rumahnya.
Tidak lama kemudian setelah gadis tadi berteriak, 4 orang anak keluar dari dalam rumah. 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan, dan mereka semua terlihat tidak memiliki umur yg sama.
"Ah...lama sekali! Apa kalian ingin aku berteriak seperti ini setiap pagi, huh?" seru gadis tersebut terlihat kesal.
"Man soo! Hae won! Min ji! Chan soo!" absen gadis tersebut satu persatu pada 4 orang anak di depannya. Seul bi.
"Ne...!" sahut ke empat anak itu dengan koor.
"Bagus! Apa tidak ada yg ketinggalan di dalam? Bekal kalian?" tanya Seul bi pada ke empat adiknya.
VOCÊ ESTÁ LENDO
Rain (비) ~Bodyguard NCT~ (End)
FanficBagaimana ceritanya jika ada seorang gadis yang menjadi Bodyguard NCT? Seul bi seorang gadis yang mendapat tawaran pekerjaan oleh salah satu Staf SM.Entertanmant untuk menjadi salah satu bodyguard NCT. Akankah gadis penyuka hujan itu, bisa melaksana...
