Warning :
• Revisi ulang usia Sakura 23 tahun dan usia Sasuke 2 tahun lebih tua dari Sakura.
• Kalimat yang dicetak tebal miring anggap saja sebagai kalimat dalam Bahasa Inggris.
.
.
.
.
.
Don't Like Don't Read
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Berlin, Jerman.
Terlihat sebuah mobil hitam mewah meluncur keluar dari kawasan salah satu bandara. Mobil itu membelah jalanan Kota Berlin yang lengang.
Gadis bersurai pink yang kini telah sah menjadi istri dari Uchiha Sasuke menganga karena terpukau dengan apa yang ia lihat. Dari balik kaca mobil, terpampang keindahan Kota Berlin dan wajah khas orang-orang Jerman yang membuatnya ingin berteman dengan salah seorang mereka.
Sasuke mendengus geli, tak habis pikir kenapa istrinya ini begitu norak. Ia pejamkan matanya sejenak merasa tubuhnya sangat letih. Sehari setelah resepsi pernikahan, orang tuanya segera menyuruhnya berangkat ke Jerman. Entah kenapa dari pilihan banyak negara harus Jerman yang dipilih. Ia bahkan sudah beberapa kali ke negara ini untuk urusan pekerjaan.
Perjalanan yang mereka tempuh lumayan lama. Pria berjas hitam dengan kacamata berwarna senada yang berada di kursi pengemudi melirik ke arah tuannya dari kaca spion tengah.
"Tuan, Anda ingin mampir ke suatu tempat?" tanyanya sopan.
"Hn, langsung ke hotel saja," jawab Sasuke yang masih memejamkan matanya.
"Baik, Tuan."
Mobil terus melaju menuju hotel dimana pengantin baru itu akan berbulan madu.
.
.
.
.
.
"Uwahh!"
Sakura dibuat terperangah setelah masuk ke dalam kamar yang sangat besar dan luas. Ranjang berukuran king size berada di tengah ruangan dengan TV besar di depannya. Ada dua ruangan tertutup--entah itu apa--, sebuah dapur mini, dan satu dinding kamar ini dari kaca yang dimana ada balkon di luarnya untuk menikmati pemandangan Kota Berlin.
Sasuke yang melihat Sakura kembali menganga dengan mata tak berkedip hanya bisa memutar onyxnya bosan. Tak perlu diragukan lagi jika istrinya ini benar-benar norak.
"Tutup mulutmu dan segera bereskan barangmu di ruangan itu."
Sakura tersentak, cepat-cepat ia bawa kopernya ke ruangan yang ditunjuk Sasuke. Meski kembali dibuat kagum karena betapa luasnya ruangan ini, Sakura memilih memindahkan baju bawaannya dengan gesit. Baju yang dibawanya lumayan banyak karena mereka akan bulan madu di sini selama seminggu.
Bulan madu?
Sakura bergidik ngeri. Pasalnya, Sasuke sudah menegaskan bahwa pernikahan mereka ini tetap akan berjalan sebagaimana pernikahan pada umumnya, dimana kewajiban dan hak suami-istri harus terlaksana dan terpenuhi.
YOU ARE READING
I Can Do It [END]
FanfictionNaruto © Masashi Kishimoto [Sequel dari 'How Can I Do It?'] Takdir seperti mempermainkan kehidupan Sakura. Ia pikir setelah menikah semua akan berjalan lancar. Namun nyatanya, berbagai masalah terus-menerus datang seiring munculnya orang-orang baru...
![I Can Do It [END]](https://img.wattpad.com/cover/151742300-64-k182174.jpg)