"Sekarang siapa sih?" tanya Sinbi sembari menyikut lengan Lanny yang sedang menyalin catatan matematika minat dari buku Sinbi.
"Pak Putra" jawab Lanny yang tetap fokus pada catatannya.
"Oh"
Tak lama kemudian Sinbi kembali menyikut lengan Lanny, membuat Lanny yang masih menulis itu merasa kerisihan.
"Apasih?!" bentak Lanny sembari menatap Sinbi teman sebangkunya.
"Katanya Pak Putra, kok malah Bu Ajeng anjing yang masuk" keluh Sinbi, menunjuk kedepan.
Lanny pun beralih menatap kedepan dan benar saja, Bu Ajeng si guru Fisika yang juga wali kelas mereka sedang berjalan menuju mejanya.
Tapi Bu Ajeng tidak sendiri, dibelakangnya ada seorang anak laki-laki yang sedang mengekorinya. Terlihat dari seragam yang dikenakan anak laki-laki itu, dia anak baru.
"Pagi anak-anak" sapa Bu Ajeng yang dibalas sapaan balik oleh murid-murid dikelas.
"Pagi ini kelas kita kedatangan murid baru, pindahan dari SMA di Bandung" ujar Bu Ajeng, kemudian menoleh ke anak laki-laki disampingnya. "Jungwoo, perkenalkan dirimu nak"
Terdengar jeritan beberapa anak perempuan yang mengagumi ketampanan anak laki-laki itu. Tapi tidak dengan Lanny, anak perempuan itu sudah kembali fokus dengan catatannya setelah tadi sempat melihat Bu Ajeng sebentar.
"Nama saya Jungwoo, Kim Jungwoo" kata si anak laki-laki yang bernama Jungwoo itu. "Saya pindahan dari Bandung, saya harap saya bisa berteman baik dengan kalian semua"
Ucap Jungwoo sembari tersenyum manis, membuat anak-anak perempuan dikelas kembali menjerit kegirangan.
"Oke Jungwoo, kamu boleh pilih tempat duduk dimanapun yang kamu mau" kata Bu Ajeng.
Jungwoo menatap Bu Ajeng.
"Dimana pun Bu?" tanyanya memastikan, dan Bu Ajeng membalasnya dengan mengangguk.
Jungwoo mengalihkan pandangannya menuju seisi kelas, kursi kosong hanya tersisa dua di pojok belakang. Sementara Jungwoo tidak mau duduk dibelakang, ia mau duduk di tengah-tengah.
"Dimana pun ya, Bu?"
"Iya ya ampun Jungwoo.." gemas Bu Ajeng.
Jungwoo tertawa kecil, kemudian mulai berjalan menyusuri meja meja, mencari meja yang sepertinya paling nyaman.
Langkah Jungwoo terhenti disamping meja Lanny, anak perempuan itu masih tidak sadar sampai Jungwoo menepuk pundaknya.
Lanny mendongak. "Ya?"
"Permisi, gua mau duduk sini" ujar Jungwoo.
"Hah, lo mau duduk dimana? Di tempat gue?" ujar Lanny sembari menunjuk bangkunya sendiri. Jungwoo mengangguk. "Nggak bisa lah, ini meja gue"
"Tapi kata Bu Ajeng gue bisa duduk dimana aja tuh?" ujar Jungwoo santai, kemudian melirik kearah Bu Ajeng. "Iya gak, Bu?"
"Lanny, kamu ngalah dong sama anak baru"
"Yah Bu, kok begitu?" balas Lanny sebal, tapi Bu Ajeng malah mengancam akan menurunkan nilai Lanny jika Lanny tidak menurut untuk memberikan mejanya kepada Jungwoo.
Mau tidak mau Lanny harus menuruti kemauan Jungwoo, dari pada nilainya jeblok? Bisa-bisa Lanny di omeli oleh Ayah dan Ibu nya.
Lanny merapikan buku-bukunya sembari terus-terusan mendengus sebal.
"Bi, ayo pindah ke belakang" ujar Lanny.
"Eh jangan" seru Jungwoo segera. "Gue mau duduk sama dia, lo ke belakang aja sendiri"
Anying???
"Jangan melototin gue gitu ah, sana lo kebelakang, hush" ujar Jungwoo sembari mengibas-ngibaskan tangannya menyuruh Lanny pergi. Dan Lanny pun jadi merasa diusir dari kawasannya sendiri.
"Lanny, pindah kebelakang nak" kata Bu Ajeng lagi-lagi membela Jungwoo.
Lanny penasaran siapa sebenarnya Jungwoo sampai membuat Bu Ajeng si guru killer itu menuruti semua kemauannya.
Atau jangan-jangan Jungwoo ini anak pemilik yayasan? Atau kepala sekolah?
VOUS LISEZ
Ocean | Jungwoo
FanfictionYang Lanny tau, Jungwoo itu menyebalkan. 2018 © lannytotheworld
