***
"kuy lah kita mendaki sampai puncak. Agar kita mengtahui sejatinya kehidupan di alam bebas"
.
.
.
"Puncak itu merupakan point plus. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita bertahan hingga ke puncak tersebut"
"Kalau gue point plusnya apa?"
...
Sebuah Ruangan dengan desain interrior yang cukup menarik. Dinding dengan cat berwarna dominan hijau dan biru. Beberapa foto di biarkan terpampang di dinding yg di hiasi lambu tumblr berwarna kuning. Di sudut ruangan terdapat beberapa meja dengan miniatur WallClimbing, Peralatan Orad (Olahraga Arus Deras) dll.
Terdapat sebuah lemari berukuran cukup besar di sudut ruang sebelah kiri. Di dalam lemari itu terdapat beberapa peralatan alat WallClimbing, RC (RockClimbing) , peralatan hiking, beberapa tenda dan Scraf yang biasa mereka kenakan di saat latihan.Etalase berukuran sedang di samping pintu menampakkan jejeran piala serta medali emas dan perak.
"Dikaaaaa..........anjirr lo ! Balik sini lo!!" Teriakan yang cukup keras dari ruangan tersebut seakan akan terdengar ke seluruh penjuru ruangan di sekolah ini.
Bersamaan dengan itu, seseorang lari terbirit birit sambil menutup telinganya , sesekali ia terlihat tertawa puas. Seakan akan sedang menyaksikan drama komedi yang sangat lucu baginya.
"Dikaaaaaaa...." teriaknya sekali lagi.
Ingin sekali ia mengejar dika yang sudah kurang ajar menghabiskan makanannya tanpa izin. Tapi urung di lakukan, karena melihat seseorang yang baru saja datang sambil menatap horror ke arahnya.
"Lo kalau lagi ada jam latihan jangan berisik" Ucap seseorang yang baru saja turun dari motornya.
Yang di tegur hanya nyengir kuda sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sorry bu ketu..habis si dika noh nyebellin, lo tau nggak gue dari tadi pulang sekolah lapar banget, terus gue beli bakso di depan sekolah..itupun gue ngutang ke abangnya dan............"
"Dan gue ogah ngedengerin cerita lo yang GAK PENTING itu Revanna" Revanna mengerucutkan bibirnya saat pembicaraannya di potong dan Dengan nada penuh penekanan lawan bicaranya ucapkan kata *gak penting*
Tanpa berbasa basi ia pergi meninggalkan revanna yang sedang mematung di ambang pintu.
Begitu santai ia melangkah masuk sambil melepaskan sarung tangan yang ia kenakan, dan langsung memilih dudum di samping toni, sesekali ia mengipasi wajahnya dengan kelima jari tangannya.
Perhatian semua orang yang berada di dalam ruang tersebut langsung beralih pada sesosok perempuan yang melangkahkan kakinya dengan muka masam.
Mendadak sepi. Dan merasa di perhatikan "Hello kenapa pada ngeliatin gue? Lanjut dong" ia memulai pembicaraan "Nin, lo juga ngapain malah ikut ikutan ngeliatin gue? Lanjut jelasin"
Nindi yang sedang menjelaskan materi untuk latihan saat ini , ingin menjawab pertanyaannya tapi di gagalkan oleh suara revanna.
"Ta.. Di panggil Mas Aryo"
Ia bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya keluar ruangan.
"Dia Ketua Pasnutra di sini. Namanya Avine Zetameta. Kalian panggil kak zeta aja" Nindi menjelaskan pada juniornya siapa yang baru saja mereka perhatikan.
"Oh jadi namanya Avine Zetameta" batinseseorang.
**** .
.
Avine Zetameta
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.