”Tidak ada yang sempurna di dunia ini, bahkan cowok seganteng gue harus rela namanya di cap sebagai pembuat onar"
-Raka Neski Nasution-
-----
Seorang siswi berjalan santai dikoridor sekolahnya, tak jarang beberapa pasang mata menatapnya dari atas hingga kebawah seakan menghakimi penampilannya yang bisa dikatakan berantakan itu.
“mata santai mbak”
Siswi tersebut mengacungkan jari tengahnya kearah mereka yang menatapnya seakan ia adalah manusia paling berdosa disini. Siswi lain hanya menggelengkan kepalanya ketika bad girl sekolah mereka melakukan itu.
“Lisaa” teriak salah satu guru di SMA Harapan Bangsa memanggill nama siswi tersebut
Lisa Ayu Dewantara adalah nama lengkap siswi tersebut, wajahnya cantik dan juga polos. Namun sayang, wajah polos yang ia miliki tak seimbang dengan prilakunya yang bisa dikatakan nakal dan hobby nya berantem. Lisa itu termasuk orang yang nggak pandang bulu kalau mau berantem, siapapun dia yang ganggu lisa tanpa lisa ganggu terlebih dahulu maka ia harus siap masuk ke UKS atau nggak berakhir di RS terdekat.
”rok kamu jangan dicrop sampe pendek gitu”
"siapa yang nge crop rok buk? Rok saya itu udah pendek karena saya tambah tinggi"
Guru BK SMA Harapan Bangsa yang kerap disapa dengan marga yang ia punya itu memang mempunyai hak untuk mendisiplinkan siswa yang tak bisa diatur hanya dengan omongan saja, seperti lisa adalah salah satu contohnya.
"Kalok kau tambah tinggi, kau belik lah rok baru" nasehat bu nainggolan dengan logat batak yang ia miliki.
Lisa melirik roknya yang menurutnya tidak terlalu pendek dasar guru BK nya saja yang sensitif "Sayang buk, ntar lagi saya lulus kok" lisa mencoba menurunkan rok nya agar tak terlalu pendek lagi.
Bu Nainggolan menggelangkan kepalanya mendengar alasan lisa lalu berjalan melewati lisa "iya kalau kamu lulus"
Ingin lisa menghakimi gurunya yang sudah berkata seperti itu padanya. Tapi bagaimanapun itu tetap guru lisa dan lisa harus menghargainya walaupun ia tak mendengar nasehat darinya.
Lisa melanjutkan kegiatannya untuk mengukur luas sekolah ini, karena ia akan segera lulus dan sampai sekarang ia tak tahu berapa luas sekolah mereka ini.
Lisa tersenyum saat melihat seorang siswa yang sedang dimarahi oleh Wali Kelas mereka yang super nyebelin siapa lagi kalau bukan Pak Tresno. Orang Jawa yang kalau ngomong pedesnya sampai ke ubun-ubun. Makan samyang itu gak pedes, lebih pedes omongan pak tersno wali kelas lisa yang belum menikah sampai sekarang. Padahal umurnya sudah menginjak kepala tiga.
"Kamu ini memang nakal ya, baju dikeluarin poin dikurangi 4 terus pakai kalung poin dikurangin 2 tadi kamu berantem dipintu aula kan? Poin dikurangin 20 jadi total poin kamu saya kurangin 26. Jadi sisa poin kamu -22" pak tresno terus memarahi siswa itu.
Raka adalah nama siswa itu, si pembuat onar diseluruh SMA Harapan Bangsa. Mempunyai badan atletis dan wajah ganteng serta lesung pipinya yang menambah nilai plus untuk wajah ganteng raka. Raka hanya mengangguk tak jelas mendengar ucapan sang wali kelas "bodo amat" batinnya mendengar ucapan pak tresno mengenai pengurangan poin yang ia miliki.
YOU ARE READING
Plesterzone (16+)
Teen FictionWARNING : DIHARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN, BANYAK MENGANDUNG KATA KASAR! Kalian pernah merasakan yang namanya sayang pada seseorang? Kalau udah sayang yang pasti segala hal dilakuin untuk buat dia bahagia, mungkin terkesan bodoh tapi itu past...
