Indah dalam penglihatan.
Hangat dalam pelukan.
•
"Apa yang kau lakukan Kwon?"
Alis Soonyoung berkerut. "Menyingkirlah!"
"Kau mengangguku, pergilah!"
"Tidak akan!"
"Aku akan membunuhmu!"
"Lalu aku akan memelukmu!"
Jeon Wonwoo semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang yang lebih pendek.
"Akan kulemparkan spatula ini nanti!"
Soonyoung berbalik, mengacungkan spatula yang dipegangnya ke arah Wonwoo.
"Aigoo~ kau jadi galak sekali?"
"Kau cari mati yah?"
Soonyoung berdecak, kembali berbalik dan menekuni es krimnya.
"Kenapa kau menggoreng es krim Soon?"
•WonYoung•
"Apa yang kau pikirkan Wonie?"
Soonyoung mendekati Wonwoo yang tengah terduduk di sofa.
"Kemarilah, rintik hujannya indah sekali."
Soonyoung duduk dengan kedua pipinya yang mengambung lucu.
"Apanya yang indah? Biasa saja begitu.."
"Tidak indah?"
Soonyoung mendongak, membalas tatapan dari mata di sampingnya. "Tidak."
"Kau kenapa?" kini alis Wonwoo berkerut.
Niat awalnya ingin bersantai sembari menikmati rintik hujan kebali terpecah, melihat Soonyoungnya yang tengah merenggut.
Soonyoung kembali menghela napasnya. "Kapan kau akan memutuskan Mingyu?"
Mungkin ini hal yang disesali Wonwoo setelah bertanya.
•WinYoung•
Senin bukanlah hari yang menyenangkan. Begitu menurut Soonyoung, Ahh Hoshi maksudku.
Hoshi kembali menatap kaca di depannya, penampilannya tidak jauh berbeda dari dua tahun lalu. Hanya terlihat lebih gagah dengan bahu tegapnya.
Tatapan matanya mengisyaratkan ketajamannya. Kembali mengeratkan simpul dasinya, Hoshi mulai beranjak.
Hari Senin yang akan mengantarkannya kembali bertemu pada pemuda itu. Pemuda yang memilih menyingkir dari kehidupannya.
Hoshi mengepalkan kedua tangannya, kembali mencoba menjaga air mukanya. Memasuki Mansion megah di depannya.
•WonYoung•
"Kupikir kau tidak akan datang Soon?"
Hoshi menoleh menatap pemuda yang lebih pendek. "Bukan urusanmu."
"Apa kau sudah menerima takdir?" tidak peduli, Jihoon gencar mengintimidasi.
YOU ARE READING
SoonWoo Collection
Fanfiction"Kau masih memikirkannya?" Soonyoung bersandar pada sofa, menarik napasnya dengan gusar. "Sebenarnya tak ingin." Wonwoo, pemuda yang ada di samping Soonyoung, mengangguk mencoba paham. "Jeon." "Ya?" Wonwoo menoleh, menatap kedua manik Soonyoung yang...
