Bab-1

23 5 1
                                        

Author

"Aku sudah muak sama kamu.Apa sih sebenarnya kekurangan aku sampai kamu nyari wanita lain?AKU KURANG APAA??" Seorang wanita terlihat menangis sambil melempari segala benda yang ada disana tanpa peduli dengan lawan bicaranya itu.

"Aku udah bilang berkali-kali ke kamu,aku gak selingkuh!" Sang lawan bicara berteriak tak mau kalah dengan sang Istri."Kamu berteriak seakan-akan kamu punya bukti."

Wanita itu berhenti lalu tertawa hambar."Aku liat pake mata aku sendiri dan mata aku belum rabun sampe-sampe aku gak tau kalo yang aku liat tadi itu kamu sama wanita lain.INI YANG KESEKIAN KALINYA KAMU KAYAK GINI!"

"DIAM KAMU!KAMU GA PUNYA BUKTI APA-APA BUAT NUDUH KAYAK GITU!"

Pertengkaran yang berisik itu membuat seorang gadis kecil yang baru saja pulang dari sekolah langsung menutup telinganya.
Pertengkaran itu Terulang lagi dan pasti akan terus begitu.Ia yakin.

Gadis kecil itu menatap nanar kedua orangtuanya yang masih tidak menyadari kedatangannya.
Mereka masih saja terus berdebat.

'Ailiana capek ma,pa...'Batin gadis yang ternyata bernama Ailiana itu.

Tak mau berlama-lama disana,Ailiana segera berlalu pergi masuk ke kamarnya.Mungkin disana dia tak akan terlalu mendengar pertengkaran Mama dan papanya.

Namun,ternyata perkiraannya salah.Walaupun ia sudah memasang headset dengan volume yang keras tetap saja ia masih mendengar suara mereka walau samar.

Ailiana menghela nafas panjang.Di umurnya yang ke-12, tahun bukan berarti ia tak tau apa-apa.Dia tahu apa pokok utama masalah diantara orangtuanya.

Sebuah perselingkuhan.

Dari dulu itu masalah utama dari pertengkaran keluarganya.

Kala itu Ailiana pernah mencuri dengar pembicaraan orangtuanya untuk pertama kali dan Ailiana merasa bahwa papanya memang benar-benar 'main belakang' dengan wanita lain.

Ailiana yakin apa yang mamanya katakan itu benar karena sedari kecil mamanya tak pernah berbohong dan selalu mengajarkan kejujuran padanya.Ditambah lagi sang Ayah yang kadang sering bermain tangan jika Ailiana tidak ada dirumah,Mamanya selalu mengatakan itu kepadanya.

"Kenapa selalu gini sih hidup tuh?" Jeda,"rasanya mau mati aja deh."Gadis itu mulai menutup matanya,mencoba untuk tidur dan berharap semua masalah akan cepat selesai.

***
Ailiana POV

Aku membuka mataku perlahan-lahan.Objek yang kulihat pertama kali adalah langit.Bukan langit-langit kamar tapi memang
Langit dengan awan yang indah.
Menyadari itu mataku langsung terbelalak lebar.

"Dimana aku?"Ucapku bermonolog.

Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling.Terdapat sebuah danau indah di sana.Tak lupa dengan bunga-bunga yang bermekaran bersama-sama dengan bunga lainnya.

'Ini indah sekali'.itulah yang aku pikirkan.

Namun,Walau begitu tetap saja aku merasa takut,aku merasa tadi aku tertidur di kamarku dan bukan di tempat ini.

" Ya Tuhan...apa aku bakalan terus disini tanpa tau jalan pulang?"Aku panik sebentar namun tak lama kemudian bibirku tersenyum.

"Ini sepertinya ga bakal terlalu buruk.Setidaknya disini aku ga akan mendengar keributan,kan?tempat ini indah."

Aku mulai bangkit berdiri,kuhampiri danau tadi dan memandanginya.Aku baru sadar kalau danau itu juga baunya harum.

"Hmm...wangi bangett..."Gumamku pelan." tapi tempat apa ini?aku kok ga pernah liat sih?"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 13, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DESTINYStories to obsess over. Discover now