"Dia? Biasa aja."
Kim
🌿🌿🌿
Kim sekali lagi melihat pantulan dirinya di depan cermin yang berada di dalam kamarnya pagi ini. Dengan rambut yang di kuncir rapi, lekat uniform lengkap pramuka di tubuhnya. Beserta kacu berwarna merah putih yang menggantung rapi di lehernya.
Setelah puas dengan penampilannya, dia menuruni anak tangga dan menemui ibunya.
"Pagi Bun." Sapa Kim kepada ibunya.
"Pagi sayang. Ayo duduk sini, sarapan." Kata Dwi, Ibu Kim. Kim mengangguk patuh dan segera duduk di meja makan dan melahap nasi goreng yang telah di siapkan oleh ibunya pagi ini.
"Anak ayah udah rapi aja. Mau kemana sayang? Kan lagi libur?" Tanya David, Ayah Kim yang datang dari ruangannya sambil memakai kacamata bacanya.
"Kan ada kegiatan pramuka di sekolah, Yah?" Jawab Kim.
"Oh, iya. Ayah lupa." Kata David sambil menepuk jidatnya.
"Ayah kamu emang suka lupa apa apa kalo udah kerja, Kim. Suka lupa waktu dia." Singgung Dwi kepada suaminya.
"Iya. Tapi aku gak lupa sama kalian kan?" Kata David dan melirik kedua orang yang disayanginya. Kim terkekeh melihat tingkah kedua orang yang paling berharga di kehidupannya itu.
"Nanti berangkat bareng siapa, sayang?" Tanya David kepada putrinya.
"Naik bus aja, Yah." Jawab Kim.
"Kenapa harus naik bus, sayang? Di bus sumpek. Mana kalo kursinya penuh, harus berdiri lagi. Jangan. Nanti yang ada kamu pegel pegel." Oceh Dwi dengan nada khawatirnya. David mengangguk menyetujui apa yang di katakan isterinya.
"Gak kok, Bun, Yah. Aku udah biasa naik bus. Lagian gak sumpek sumpek amat kok. Bus disini tuh gak kaya bus ditempat lain yang sumpek dan gak nyaman, Bun." Kata Kim meyakinkan Ibu dan Ayahnya.
"Yaudah. Aku berangkat ya, Bun, Yah. Takutnya telat." Ujar Kim lalu menyalimi David dan Dwi kemudian pergi meninggalkan rumahnya.
🍃🍃🍃
Pagi itu, sudah banyak siswa siswi yang berada di sekolah. Kim kemudian mencari cari seseorang. Lalu pandangannya terkunci pada seorang gadis yang sedang melambaikan tangannya padanya. Ya, itu adalah Joy Anggita Scharlet, sahabat kedua Kim setelah Vian.
"Hi, Joy. Udah dari tadi lo disini?" Tanya Kim yang kini telah di depan Joy.
"Gak juga. Tadi gue nyari nyariin lo. Lo ternyata belom dateng." Jawab joy.
"Hehe, maaf. Tadi bus yang gue tumpangin datengnya gak kek biasanya." Ujar Kim dan membuat Joy mengernyitkan keningnya.
"Lo naik bus lagi?" Tanya Joy. Kim mengangguk.
"Anjir lo, Kim. Lo itu punya mobil banyak. Tapi lo gak mau naik mobil, dan malah naik bus?" Tanya Joy dengan 1 kali tarikan nafas. Lagi lagi kim mengangguk.
"Kenapa lo gak mau naik mobil sih?" Tanya Joy yang kini penasaran.
"Gak mau aja." Jawab Kim enteng. Joy hanya dapat menggelengkan kepalanya.
Kim adalah anak yang bisa dikatakan berada. Secara, ayahnya adalah CEO di perusahaan ternama di Indonesia dan di Jerman. Jadi, ayahnya sering pulang balik ke Jerman untuk urusan pekerjaan.
Sedangkan ibunya adalah pemilik butik yang juga cukup terkenal dan memproduksi banyak barang branded yang telah sukses membuka 4 cabang.
Namun, Kim tidak membuat dirinya termakan oleh harta dan kekayaan yang dimilikinya. Dia tidak menunjukkan hal tersebut bagi orang-orang disekitarnya. Hanya orang-orang yang dekat dengan Kim saja yang tahu siapa Kim sebenarnya.
YOU ARE READING
Someone Like You
Teen FictionPriyanda Agaf Dirgantara, adalah Ketua Pramuka di Sky Light High School, yang memiliki karakter yang 11-12 dengan es batu dan wajah yang kek gak punya ekspresi alias datar itu membuatnya menjadi salah satu most wanted di sekolahnya. Kimberly Anastay...
