Aku Sempat

263 4 0
                                        

Aku sempat mengagumi.

Kau sungguh tampan saat itu. Entah kenapa hatiku selalu berdetak tidak karuan saat melihatmu. Aku menyadarinya, aku menyukaimu.

Aku sempat menyatakan.

Tentu saja kau tidak tau, aku hanya bilang pada sahabatku. Namun, seharusnya tanpa kuberi tau kau bisa lihat sikapku.

Aku sempat berharap.

Apa kau mau melakukannya untukku? Sahabatku bilang bahwa kau menyukaiku. Aku tidak tau apa yang harus kuucapkan. Selalu tersenyum diam - diam saat melihatmu sudah menunjukan perasaanku. Lalu aku berharap, kau akan bergerak. Ke tahap selanjutnya tentunya.

Aku sempat menunggu.

Apa kau tau, itu melelahkan. Menghabiskan waktu hanya untuk menunggu tindakanmu. Dan kau membuatku seperti orang bodoh yang terlalu berharap. Miris.

Aku sempat bahagia.

Kau menyatakannya. Aku merasa menjadi wanita paling beruntung saat itu.

Aku sempat merasa sempurna.

Hubungan kita terus berjalan seiring waktu. Aku selalu berpikir apakah aku mimpi atau tidak. Karena aku sudah menyukaimu dari lama. Kau bilang kau mencintaiku. Kau bilang kau tidak ingin kehilanganku. Banyak orang ingin merusak hubungan kita karena kau terlalu baik. Aku cemburu pada hal itu. Namun, kau bilang kita harus saling percaya. Aku setuju. Kita saling percaya saat itu. Kau selalu mengantarku kemana saja. Kau selalu menemaniku dimana saja. Kau selalu membelaku kapan saja. Aku tidak terganggu akan hal itu. Aku menyukainya. Aku sangat bahagia saat itu. Kita menikmatinya. Atau hanya aku? Karena perlahan hal itu berubah dan dia datang.

Aku sempat menyerah.

Kau dengannya semakin dekat. Semua kata - kata manismu bagai ditelan bumi. Siapapun itu, aku benci pada wanita yang sudah merusak hubunganku dengan kau. Wanita itu selalu mengikuti kemanapun kita pergi.

Aku sempat bangkit, dan dijatuhkan lagi.

Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjauhkanmu dari wanita itu. Dan aku sangat bersyukur ketika wanita itu mendapatkan lelaki baru. Kita melanjutkan hubungan kita dengan normal seperti biasa. Tetapi ada yang beda denganmu. Kau tau wanita itu sudah putus dengan lelakinya dan kau berpaling padanya.

Aku sempat terpukul, hilang harapan.

Pasrah. Hanya itu pilihanku. Kau dengannya dan aku mengikhlaskanmu. Kau benar - benar seperti pecundang saat itu. Meminta maaf padaku bahwa kau sudah tidak menyukaiku lagi. Aku benar - benar ingin tertawa saat itu. Mengingat omongan kosongmu bahwa kau mencintaiku, tidak mau kehilanganku, dll. Bilang saja padaku bahwa kau terpesona oleh wanita itu.
Namun, aku hanya bisa menerima. Menangisimu, menghinamu, mengejekmu, dalam diam.

Aku sempat membaik.

Aku berpikir tidak ada gunanya menangisimu. Sahabatku, mereka selalu disampingku. Bahkan mereka bilang bahwa mereka akan menghabisimu. Aku merindukan itu.
Sahabatku bilang bahwa lelaki tidak hanya ada satu di dunia ini. Aku tersenyum. Malah seharusnya aku berterima kasih pada wanita itu. Karena, aku bisa lepas dari lelaki sepertimu yang tidak setia pada pasangannya.

Sekarang.

Aku sudah menemukan cintaku disini. Ia baik, setia, dan segalanya. Aku tau tidak ada manusia sempurna di dunia ini. Tapi ia selalu berusaha untuk membuat dirinya sempurna dimataku. Aku mencintainya, dan begitu sebaliknya.

Terima kasih untuk pengajaran cinta yang luar biasa darimu. Kuharap kau bahagia dengan pasanganmu.

kata (Quotes)Where stories live. Discover now