Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

prolog

47 9 5
                                        

Hari ini adalah hari pertama gue masuk SMA Eagle dan itu tandanya gue harus jadi anak baru di sekolah itu. Gue pun melangkah kaki menuju ruang guru untuk mengecek data-data gue selama bersekolah disini. Ternyata gue kelas 11 IPS 2. Gue di tunjukan ke arah kelas yang akan gue tempatin selama 1 tahun ke depan.

Sebenarnya, alasan gue pindah ke sekolah ini karena ikut orang tua gue yang pindah ke kota ini. Menurut gue, pindah sekolah itu ngga gampang dan ngga enak. Karena itu berarti lo harus beradaptasi lagi sama lingkungan sekolah yang serba baru. Dan itu yang gue rasain sekarang.

Gue liat ke sekeliling. Banyak anak SMA disini yang pakai seragam beda dari gue. Gue pakai baju putih abu-abu lengkap dengan atributnya. Sementara mereka, pakai seragam olahraga. Gue juga ngeliat beberapa hiasan khas sekolah yang lagi ngadain lomba.

AH YA!

Gue baru inget ternyata ini bulan Agustus. Hari Kemerdekaan Indonesia. Pantesan aja tadi ada yang pakai bendera di pipinya gitu. Tapi, yaudah lah ya. Gue cuek aja, tetep fokus pada tujuan utama. Cari kelas!

*※※※*

11 IPS 2

Gue baca sekilas papan yang tertera diatas pintu kelas. Gue ngelirik sebentar sebelum masuk ke kelas ini. Kelasnya unik, warna biru. Yang kebetulan gue juga suka warna biru.

Dengan mengumpulkan segala keberanian, gue pun masuk ke kelas itu. Pas di dalam kelas, keadaannya sama sekali gak teratur. Ada yang main hp, bercanda, bahkan tidur. Mungkin ini lagi nggak ada jam pelajaran. Tanpa menghiraukan mereka, gue pun melangkahkan kaki gue menuju meja paling depan karena gue gak bisa duduk dibelakang.

Pas gue baru duduk, ada seorang perempuan nyamperin gue. Cantik sih anaknya, tapi kayaknya kalau dilihat dari mukanya, galak.

Keadaan kelas yang tadi nya rame kaya pasar sekarang jadi hening.

"Siapa lo? Ngapain di kelas ini? Siapa yang nyuruh lu duduk di situ?" Tanya perempuan itu tanpa henti, seakan mengintimidasi. Bener kan dugaan gue, galak bos.

"Anak baru. Ya, gue mau belajar lah. Keinginan gue sendiri mau duduk sini."
Jawab gue seadanya.

"Oalah anak baru toh." Abis itu dia ketawa. Ketawa jahat gitu. Sumpah, ini drama abis. "Gue gak ngizinin lo duduk situ, gimana dong?" Jawab perempuan itu lagi sambil ngeliat gue dengan tatapan meremehkan.

Tanpa memperdulikan omongan dia, gue langsung melangkahkan kaki gue ke bangku paling pojok. Sebelum gue berjalan kesana, gue sempet denger perempuan itu ngomong 'anak baru aja belagu.'

Seketika gue langsung mikir. Baru beberapa menit gue disini aja, udah ditindas kayak gitu. Gimana 2 tahun ke depan? Oke, gue gak boleh keliatan lemah kayak tadi. Gue harus secepatnya bisa tunjukkin siapa diri gue yang sebenarnya.

RaifanBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin