"Ya Allah aku tau ini ujian buat hambamu ini. Dan hamba yakin Kau tidak bakalan kasih ujian yang diluar dari batas kemampuan hamba-hambamu."
.
.
.
.
.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." Ucapku.
"Ehh, Vina sudah datang?" Tanyanya dengan cuek.
"Biasakan Vina jarang kumpul sama kita." Ucap cewek yang sedang mainin rambutnya.
Astaghfirullah mereka tidak berubah juga. Batinku.
"Kalian pada ngomong apa sih? Aku salam malah tidak dijawab." Jawabku.
"Vina, kamu kenapa gitu sih?" Ucap Lia dengan nada yang sama cuek.
"Aku kenapa?" Tanyaku sambil liatin 3 sahabatku ini. Mereka bertiga itu sahabatku dari kecil.
"Apa kamu tidak tau apa-apa vin?" Tanya si Dinda sambil mainin rambutnya.
"Ahhh, Kalian ini jelasin aja." Ucapku sambil makan cemilan.
"Ok. Aku mau nanya sama kamu Vina. Kenapa kamu malah putusin si Arya sih?" Tanya Sisca.
"Ohh, Masalah Arya? Kan kalian tau sendiri pacaran itu zina. Aku tidak mau berbuat dosa dengan berpacaran." Ucapku santai sambil nonton.
"Ihhhh, Dosa dosa dosa lagi. Vina, dari awal kita bertiga tidak setuju kalau kamu pakai jilbab besar tapi kamu tetap mau pakai." Geram Lia.
"Dan Vina, Bawa santai aja hidup ini. Jangan dikit-dikit takut dosa lah. Ayolah vin, Hidup dibawa santai aja kali. Kita masih muda jangan sia-siakan kehidupan dengan berfikiran takut dosa segala. Gimana kawan-kawan? Tanya dinda.
"Iya dong." Jawab Lia dan Sisca kompak.
"Astaghfirullah. Kalian jangan ngomong gitu. Apa gunanya aku belajar agama dan paham semuanya kalau aku tetap berpacaran. Pacaran itu haram. " Ucapku serius sambil liatin mereka satu satu.
"Vin, Kamu bisa mempertahankan Arya aja tidak usah mutusin gitu" Ucap Lia
"Untuk apa aku mempertahanin dosa. Sia-sia sekali ilmuku bila aku tetap mempertahankannya. Kalian tau seiring berjalanya waktu ilmuku akan terkikis oleh kemaksiatan yang kami lakukan." Ucapku.
"Vin, Arya sudah terlanjur nyaman sama kamu" Ucap sisca.
" Nyaman? Kalau nyaman jangan pacaran tapi ta'aruf, khitbah, akad, nikah, pacaran, kan lebih bagus." Ucapku sambil tersenyum kearah sahabat-sahabatku
" Itu yang kamu bilang bagus? Vina sayang kalau begitu pemikiran kamu kita bertiga tidak setuju. Kamu itu tidak bebas seperti dulu lagi. Kita mau Vina yang dulu lagi bukan yang kayak gini, pakai jilbab besarlah, sering kajianlah tidak pernah ada waktu kumpul bareng sama kita lagi dan sering nolak kalau kita ajak shopinglah. Vina kita juga risih sama kamu." Ucap Lia.
Ya Allah apa ini salah satu ujian darimu. Aku tau Ya Allah kau sekarang sedang mengujiku, Aku harus bersabar. Batinku.
"Kenapa kalian risih dengan penampilan aku? Aku aja yang pakai nyaman nyaman aja." Ucapku sambil nahan airmata.
"Iya kita risih dengan ocehan ocehan orang." Ucap Sisca
YOU ARE READING
Apa Yang Salah Dengan Hijrahku
Short StoryDisurah Al-Ahzab/33:59, yang berbunyi ; 'Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah...
