Dipagi yang cerah ini, aku habiskan waktuku dengan melamun. Aku masih memikirkan mengenai kejadian kemarin.
"Kau pasti Grace?" Kata lelaki itu spontan. Dia tiba-tiba menghalangi jalanku. Sontak aku langsung mundur beberapa langkah karena terkejut yang teramat sangat. Aku bahkan dapat merasakan jantungku tiba-tiba berdebar kencang.
"I-Iya.. ada apa ya, k-kak?" Aku tidak berani menatap matanya. Well, aku gugup. Jadi, yang kulakukan sekarang hanyalah menatap sepatuku sambil menunggu lelaki itu menjawab.
"Bisa kita bicara? Aku tau ini pasti sangat menganggumu, karena kulihat sedari tadi kau sibuk membaca buku. Tapi, aku benar-benar ingin berbicara denganmu sekarang." pintanya yang lebih kearah memaksa.
Wait, apa dia bilang? Dia sedari tadi menatapku sedang membaca buku? Mimpi apa aku semalam!
"Halo? kau masih disini kan?" kata lelaki itu sambil melambai-lambaikan tangannya tepat didepan wajahku.
Aku semakin salah tingkah. Tapi, hal ini tidak boleh terlihat. Aku pun mencoba berani untuk menatap matanya.
"O- ya.. baiklah, apa yang kakak ingin bicarakan?"
:)
Segitu dulu ya ceritanya, hehe.. aku masih amatiran dan baru nih!. Jadi, maaf ya kalo ceritanya ga bagus-bagus amat.
Aku sedang berusaha untuk membuat sebuah cerita dan ini karya pertamaku. Maaf ya kalo ga terlalu bagus. Cerita ini juga aku jadiin sebagai penilaian kalian terhadap karya pertamaku. Maka dari itu, aku bener-bener minta feedback dari kalian. Apapun itu akan aku terima.
Jangan lupa.. tinggalkan jejak kalian ya.
Vomment kalian akan sangat membantuku untuk melanjutkan cerita ini.
Next part inshallah ga bakal pendek :)
YOU ARE READING
Mischief Managed
Teen FictionNaksir kakak kelas adalah hal yang lumrah. Tapi, bagaimana jika kakak kelas yang kau suka meminta bantuan kepadamu? Hal yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya. Bantuan yang seharusnya bukan ditujukan padamu.
