Di belakang rumah terbentang luas padang rumput yg tinggi dan kering. Kalo kalian jalan lurussss saja, nanti disana ada jalan utama. Menuju perumahan lama. Banyak orang tua di sini melarang anak2 mereka main disekitar sana. Nggk tau kenapa.
Pertama kalinya aku kesana, sore hari. Lalu aku baru pulang saat besok siangnya.
Dari kejauhan sudah terlihat banyak orang-orang berkumpul. Orang dewasa,yang kira-kira ku kenal sebagai kepala desa, perawat panti, dan polisi.
"Rye! " -kyoora
Kak yoora memanggil ku dengan teriak jerit, menangis, dan menghampiri ku dengan larian yg tergesah-gesah hingga beberapa kali terjatuh.
Di memeluk ku. Dan masih terus menangis. Dia mengatakan sesuatu. Tapi tak jelas karna sambil terisak.
Itu saat umurku 10 thn.
###
Ansos. Anti sosial.
Bahan bully.
Keturunan yg dipertanyakan. Barat kah Asia kah.
Bisu. Jarang ngomong doank sih.
Yah itu lah aku. Selama 16 tahun hidupku.
Park ryeo chan. Sering dipanggil rye dari kecil sama keluarga park. Bukan keluargaku.
Walau bisa dikata hubungan kami seperti keluarga. Tapi aku nggk mengganggap mereka keluarga. Nggak tau merekanya.
'Dia' adalah satu-satunya keluargaku.
###
YOU ARE READING
DONE FOR ME
Fanfiction"?" "nggk pernah nangis kok " "cmn sedih aja" -rye ### "!" "sayang kok! " "sayang juga sama akhirnya" -tae ### Unbaku Army TeoriBTS No-pengalaman
