“SEE YOU GRANDMA”
Adele – Don’t Remember “when I see you again….”
Nek yang tenang yah disana semua keluarga akan terus mendoakanmu, Kita semua tau nek pasti kau ditempat yang sangat indah yang sudah disiapkan tuhan.
Semuakeluargaku berbuka puasa bersama-sama aku belum pernah merasakan moment ini aku ingin semua keluargaku berkumpul seutuhnya termasuk nenek tapi kenapa berkumpulnya disaat yang tidak tepat seperti ini? Mengapa?. Selesai berbuka puasa aku langsung pergi ke mushola untuk sholat magrib berjamaah, Sehabis sholat magrib aku pulang dan salin, Aku langsung kerumah nenekku untuk sekedar melihat keadaan nenekku.
“gua berharap semua dari masalah ini akan menjadi motivasi dan inspirasi bahkan bisa menjadi pelajaran buat gua kedepannya” batinku.
Adzan isyapun berkumandang menandakan panggilan untuk semua umat Islam untuk segera sholat, aku langsung pulang dan mengenakan baju kokoh dan berangkat sholat isya, selesai sholat isya dilanjutkan dengan sholat tarawih. dimushola desaku ini lumayan banyak jamaah untuk sholat sunnah tetapi seperti biasanya hanya awal bulan puasa saja, dan semakin hari semakin berkurang jamaahnya sampai sampai hanya 3 sampai 4 shaf saja. Sholat Tarawihpun selesai aku langsung pulang dan berganti baju kaos biasa, Tepat selesai sholat Tarawih jam 9:12 menit. Aku memegang kaki nenekku yang semakin lama semakin dingin seperti es
“Mak jangan tinggalin kita mak, mak ajarin prima buat jadi orang baik mak ajarin prima buat jadi orang sabar kaya emak ayooo makk jangan dulu tinggalin kita mak” batinku.
"ya Allah aku mohon jika kau mengambil nyawa nenekku tempatkanlah ia ditempat yang layak dan terimalah amal ibadahnya ya allah”.
“Mak minum dulu mak” ujar salah satu anak nenekku yang pertama yaitu ua Encah.
Malam semakin larut dan akhirnya sebagian keluargaku tertidur dan anak yang begitu sayang dengan nenek ia tidak tidur semalaman hanya untuk menemaninya. Sahurpun tiba dan disinilah tangisan keluargaku berceceran. Aku memegang kaki nenekku Kakinya berubah menjadi pucat dan dingin tangannyapun begitu pucat dan dingin. Lalu aku melihat bagaimana Malaikat Maut mencabut nyawa nenekku aku merasakan bagaimana sakitnya nenekku ketika dicabut nyawanya.
“Mak jangan pergi duluan mak mimip masih punya salah ke emak maafin mimip mak..mak bangun mak bangunnnn….” Tangisan cucu nenekku yang memang sangat menyayangi nenekku.
“Udah mip jangan ditangisin kasian kalau emak ditangisin gak bakal tenang nantinya emak mip” ujar ua ku, atau bisa dibilang anak pertama dari nenekku.
“Makkkkkkkkk”
Aku hanya diam dan menangis di dalam hatiku. Aku baru tau bahwa ditinggal oleh orang yang kita sayang begitulah amat sakit. Sesayang apapun kita ke orang takdir akan berkata kita hanya bisa bersabar dan menerimanya. Aku tak sadar tiba air mataku jatuh untuk pertama kalinya untuk orang yang aku sayang yaaa ini pertama kalinya bahkan aku tidak tau kenapa aku bisa meneteskan air mataku jatuh.
Kejadian itu, aku tau bahwa kita sebagai manusia sayang kepada orang dan ditinggal pergi untuk selamanya itu amat sakitnya begitu dalam entah ini alay atau tidak, tapi inilah kenyataannya bahwa itu sangat sakit intinya sabar,ikhlas,dan jalankan.
YOU ARE READING
Only You
RomanceHai,, nama gua Prima Firdana untuk umur gua saat ini sudah menginjak 20 tahun. Cita cita gua? Hmm banyak,, awal TK jadi Polisi, waktu SD jadi Tentara, Waktu SMP jadi Chef, Waktu SMK jadi Fotografer dan sekarang menjadi??? Yahhh masa kalian gak tau :...
