c a n c e r

110 12 0
                                        

So, it's my third story (one shot)
I already post it in my main account carousel-teen

Sorry if this story like other and probably boring tho🙏🏻❣️
Hope you like & enjoy it🌺

*don't forget to give this short story vote 🌟 & comments 💬*

Happy reading

----------------------------------------------------
[Point of view by author]

Bel kecil diatas pintu kedai kopi berdenting terlihat seorang pria berkupluk hitam memasukinya, Eve berjalan ke meja yang baru saja pria tadi singgahi dengan daftar menu dan buku note kecil. Setelah selesai mencatat pesanan pria itu Eve dengan cepat menuju dapur dan menunjukkan catatan itu. Menurut Eve pria tadi terkesan dingin dan cuek terlihat dari caranya berbicara tadi pada sangat singkat.

Jam menunjukkan pukul tiga tepat berart Eve telah selesai berkerja, dengan langkah santai ia keluar dari kedai ia berkerja menuju tempat sepedanya yang terparkir namun matanya menyipit ke arah taman yang ada disebrang tempat ia berdiri melihat sosok pria berkupluk hitam tadi yang datang ke kedai. Kepalanya mengadah ke langit melihat awan ke abu - abuan lebih tepatnya gelap menampakkan dirinya menandakan jika sebentar lagi akan turun hujan, Eve buru - buru menyebrangi taman menghampiri pria tadi dan memberikan payung yang ia bawa kepada pelanggan kedainya tadi yang masih terlihat nyaman duduk di bangku taman enggan meninggalkan taman. Saat Eve memberikan payung itu si pria berkupluk hanya bergumam menatap lurus ke depan tanpa menoleh sedikit pun ke Eve.

Evangeline Abbey Ruth atau Eve adalah gadis ceria, ramah, dan rendah hati. Terlahir di keluarga berkecukupan membuatnya kesepian apalagi ia anak tunggal, tinggal di rumah besar sendirian hanya dengan para pembantu atau sopir menjadikannya bosan berada dirumah. Ibunya telah berpulang pasca melahirkannya, sang ayah terlalu sibuk dengan perkerjaan. Membuat Eve memutuskan berkerja agar membunuh ke bosanan harinya.

Mempunyai badan yang mungil terkadang tak menyenangkan bagi Eve seperti sekarang ia tak dapat menjangkau novel yang ia inginkan di rak buku atas, ia sudah mencari para pegawai toko tersebut namun nihil hanya ada kasir yang sibuk melayani pembeli, ingin meminta bantuan tapi tak ada orang yang lewat, ia sudah beberapa kali meloncat tetap saja tak bisa, hampir putus asa namun saat ada tangan yang mengambil novel yang ia inginkan ia berharap penuh pada pemilik tangan tersebut lalu dengan cepat ia mendongakkan kepalanya, betapa saat melihat seseorang yang ada di depannya ialah pria berkupluk hitam yang di kedai tempo hari, pria itu menyodorkan novel tersebut padanya dengan jantung yang berdebar tak karuan, Eve mengambilnya dan tersenyum.

Matthew Williams nama pria berkupluk hitam yang sudah menjadi sahabat dekat Eve, sahabat?
Mungkin Eve berharap lebih dengan status mereka berdua tapi apa Matt mengharapkannya juga?

Itulah pertanyaan yang selalu tergian difikirannya, singkat cerita sejak peristiwa di toko buku mereka menjadi dekat dan akrab. Bagi Eve, Matt adalah sosok yang dingin diluar namun jika mengenalnya ia akan menjadi sosok yang hangat. Begitu banyak yang Eve pelajari saat bersama dengan Matt, yang selalu sabar dan kuat saat ada seseorang yang mencemooh dirinya dikarenakan Matt selalu tidak dianggap oleh ayahnya hanya bibi Marie dan kedua saudaranya saja yang menyayanginya.

Twenty One Pilots adalah band favoritnya Matt, ia juga suka warna hitam, Matt bisa menghabiskan uangnya hanya untuk membeli barang - barang yang berbau batman dan mungkin banyak lagi yang Eve ketahui tentang Matt.

Akhir - akhir ini Matt sangat suka bertanya tentang hal - hal aneh pada Eve seperti pertanyaan yang menjerumus tentang kematian dan jika sedang bersama Matt ia selalu disuruh Eve mendengarkan lagu cancer dari My Chemical Romance yang dibawakan oleh Twenty One Pilots. Entah apa maksudnya.

Cancer♋️ [One Shot]Stories to obsess over. Discover now