Prolog

77 15 3
                                        

"Guk guk guk!"

Bukan. Bukan suara hewan yang kerap kali menjadi bahan hinaan orang-orang zaman sekarang. Melainkan dari bibir seorang gadis yang kini berlari mengejar anak kecil yang sedang ketakutan.

"Hayoloh! Kena kan, lo," ucap gadis itu dengan posisi mendekap anak kecil tersebut.

"Aduh, ampun, Kak!" Lirih nya. Kaki nya bergetar hebat. Dan tak disangka-sangka, anak itu mengeluarkan cairan dari sisa zat metabolisme dengan campuran pigmen empedu yang pekat.

"Eh, apaan nih. Kok celana gue basah?" Ujar sang gadis, heran.

Saat mata indah nya melihat kearah celana yang dipakai bocah itu, sontak matanya membulat sempurna. "Anjing! Lo kencingin gue, ya?"

Almathea namanya. Gadis berusia 17 tahun, yang mempunyai wajah nyaris sempurna. Mempunyai bibir tebal seperti model Victoria Secret. Menurutnya itu adalah anugerah terindah yang tuhan berikan kepadanya. Kan lumayan kalo gue cipokan sama manurios, bisa tahan lama. Soalnya bibir nya kesangkut-sangkut. Itulah pikirnya saat ada yang menanyakan perihal bibir sexy nya.

"Lo ngapain pake kencing segala, sih?!" Tanya Alma, mencak-mencak.

"A-anu kak, i ... itu—"

"Halah! Ngomong aja pake patah-patah. Ikutan goyang inul aja sono!" Potong nya cepat. Merasa jengah dengan kelakuan bocah yang berikasaran 7 tahun itu. "Sekarang, jawab pertanyaan gue. Dengan motiv apa lo ngambil kutang gue? Oh, atau jangan-jangan lo—"

Belum sempat Alma melanjutkan kata-kata nya, tetapi sudah di sambar oleh seseorang, "Gue yang suruh."

Alma melotot sempura. Jika tak ada tulang penyangga, mungkin saja mata itu sudah menggelinding ke tanah. "Kambing, lo ya!"

Tangan mungil nya beralih menjambak rambut seorang laki-laki dihadapan nya dengan sekuat tenaga. Kekesalan nya sudah di ubun-ubun.

"Aww! Sakit bego!" Segala macam ringisan terdengar, namun Alma menghiraukan nya. Bahkan menambah tenaga nya.

"Al! rambut gue botak nanti. Ntar gue gak ganteng lagi, dong!"

Sempet-sempet nya ya nih orang. Batin nya.

"Bodo! Gak mau tau ya Del, lo harus ganti itu kutang lima kali lipat! Lo tau gak? Itu kutang gue beli pas lagi Pre-order. Dan.limited.edition," ucap nya menggebu, dan menekan kan tiga kata terakhirnya. Menandakan bahwa itu adalah benda kesayangan nya.

Merasa Alma sedikit lengah, laki-laki yang dipanggil 'Del' melepaskan cengkraman tangan Alma dari rambut badai nya. "Terus? Gue harus bilang 'Wow' gitu?"

"Nyebelin banget, sih! Pokok nya gak mau tau! Gan-ti-in!"

"Ogah! Ntar gue di suruh jadi model begituan lagi. Secara gue kan gamax. Alias ganteng maximal." Setelah nya, ia menjulurkan lidah tepat di depan muka Alma, dan berlari kencang sambil terbahak keras.

"DELANO!" Teriak Alma Kencang, sampai anak kecil yang memperhatikan mereka terlonjak kaget. "Apa lo, liat-liat?!"

Lalu, ia sangat amat terpaksa pulang dengan keadaan celana basah. Kutang kesayangan nya pun harus tandas, akibat anak tadi menyangkutkan nya ke tiang listrik. Entah dengan cara apa anak itu melakukan nya. Karena, Alma tak peduli.

"Sumpah, gue pengen pergi ke merkurius, buat bakar muka gue. Malu, Anjir!" gerutu nya.

Ya, Almathea dengan Delano. Dua insan yang selalu melakukan hal gila, sampai diatas batas wajar. Memang begitu, sedari dulu. Bahkan dari mereka sejak bayi. Mungkin saja mereka keluar dari perut sang ibu berlomba-lomba, siapa yang paling cepat keluar.

To be continue

***

Yuhuuu! Cerita baru lagi yey! Mungkin kalian bakal mikir, "cerita yang ono aja belom beres, udah bikin lagi." Dan lain-lain pertanyaan semacam itu #geer

Tenang guys. Aku bakal kerjain kok satu-satu. Dan pastinya gak fast dong ya. Semua pengerjaan aku kerjain secara slowly #aseek.

So... kalian gak usah khawatir, resah, gundah gulana. Eaak. Aku bakal usaha semampu ku.

Keep reading!

Love u so much,

Istri Charlie puth <3  

HiddenWhere stories live. Discover now