"Yang telat telur busuk!"
Kory keluar dari rumah sambil berlari terburu - buru. Bahkan tasnya masih terbuka lebar dan membuat isi tasnya terjatuh sepajang ia berlari.
"Tunggu! Kory! Tas mu masih terbuka!"
Ryan memberitahu kembarannya. Namun yang dipanggil tidak mendengarkan peringatan Ryan.
"Dia masih saja ceroboh seperti biasanya."
Kali ini Dylan muncul. Berjalan beriringan dengan Ryan. Sebuah headphone yang selalu melingkar dilehernya, kini ia gunakan untuk mendengarkan lagu.
Ryan tertawa kecil melihat Dylan. Walaupun perjalanan ke sekolah ini tampaknya akan sedikit membosankan karena Dylan tidak mengajaknya bicara, Ryan tetap menikmatinya.
"Kau kenapa tertawa? Apa yang lucu?" Dylan merasa sedikit tersinggung.
"Bukan apa - apa." Jawab Ryan ringan.
•A Melody That Belong To You•
Tap!
Sepatu putih Kory dengan mulus mendarat di depan gerbang sekolah.
"Yahuuuu! Aku sampai duluan! Siapa yang menjadi telur bu-"
Kory mendadak terdiam saat menoleh kebelakang. Mendapati kembarannya dan satu temannya tidak ada dibelakangnya. Tanpa Ia sadari, Kory menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di gerbang sekolah.
"Kory, obatmu sudah habis ya?"
Dolly yang saat itu berada di dekat Kory menyapanya dengan sebuah sindiran yang cukup menusuk Kory.
•A Melody That Belong To You•
Dylan berjalan menuju gerbang sekolah. Disaat yang bersamaan, Ryan menghampirinya.
"Kemana Kory?" tanya Dylan
"Ia sedang ada ekskul sepak bola. Mungkin ia akan pulang saat makan malam."
Keduanya berjalan menuju ke tempat kediaman keluarga Char. Sesampainya disana, Dokter Franklin menyapa keduanya.
"Ayah, aku pulang!" Ryan memberikan salam dengan suara cerianya.
"Selamat siang Dokter Franklin."
"Selamat datang Ryan, Dylan." Dokter Franklin menyapa keduanya.
Ryan memeluk ayahnya. Ia pun mendapatkan sebuah kecupan di dahinya dari sang ayah.
"Dimana Ayah?" Tanya Dylan.
"Ah, Limo sedang ada di garasi. Sebaiknya kau cepat menemuinya. Ada hal yang ingin ia katakan padamu." Jawab Dokter Franklin sembari menunjuk ke arah garasi.
Dylan mengangguk, ia segera menuju tempat yang ditunjuk. Meninggalkan Dokter Char dan putranya.
"Nah, Ryan. Bolehkah kau buatkan makan malam untuk lima orang? Ayah akan membantu Limo di garasi."
"Baik ayah. Apa aku boleh membantu ayah di garasi setelah aku selesai memasak?" tanya Ryan.
"Kurasa tidak perlu sayang, terlalu berbahaya untukmu."
Ryan yang memiliki sifat penurut itu tidak dapat melanggar perkataan ayahnya. Ia segera meletakkan tasnya dikamarnya. Kemudian ia menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
"Biar kubantu" Dylan tiba - tiba muncul dan membantu Ryan mencuci bahan makanan yang akam dimasak.
"Terima kasih Dylan. Bisa kau potongkan tomat dan sawi di sebelah sana?" Tanya Ryan.
Dylan mengangguk. Ia segera mengambil sebuah talenan dan pisau setelah mencuci bahan makanan.
Ryan menumis beberapa rempah - rempah yang akan dijadikan bumbu masakan makan malam hari ini. Aromanya memenuhi seisi dapur. Siapapun yang menciumnya pasti akan tergiur untuk memakan masakan kedua pilot tobot ini.
Tidak ada percakapan diantara keduanya. Hanya suara percikan bumbu yang ditumis dan suara pisau yang berbenturan dengan talenan secara teratur.
Ryan faham akan sifat Dylan yang tidak banyak bicara seperti Kory.
'Yah, walaupun sedikit sunyi, aku selalu menikmati saat - saat aku berdua bersama Dylan.' Ryan bergumam dalam hati.
Ryan tertawa sedikit sembari mengamati Dylan yang tengah fokus memotong tomat dan sawi.
Dylan menghentikan pekerjaannya sejenak dan melihat Ryan menertawainya.
"Apa yang lucu dariku? Kau menyindirku lagi?" Tanya Dylan.
"Tidak, bukan apa - apa." Ryan hanya tersenyum sedikit dan berpura - pura tidak melihat apa - apa.
"Dasar aneh, mana mungkin kau tertawa tanpa alasan yang jelas." Dylan sedikit mendengus, melanjutkan pekerjaannya.
*To Be Continue*
YOU ARE READING
A Melody That Belongs To You
FanfictionAku yang terbiasa berada di dekatmu. Aku yang terbiasa bersandar di bahumu. Aku yang terbiasa mendengar suaramu. Aku yang terbiasa mengandalkanmu. Sampai kau mengajariku untuk berdiri kokoh sendiri. Pairing : Semo × Hana Dylan × Ryan Credit : Charac...
