We were better off as friends...
Penggalan kalimat itu terngiang di otakku, mengapa aku harus mendengarkan lagu itu di waktu rawan seperti ini. Sekarang jam 3 pagi sepertinya aku butuh waktu menjernihkan pikiran sejenak. Pikiranku yang terlalu runyam memikirkan sesuatu, sesuatu yang berhubungan dengan dia Kim Hanbin.
🎶 Drinking 'till like 5 in the morning
I should prolly head back
Empty promises in my wallet
Love that I can't pay back
You trade my promises for your feelings
We've gone too far to turn back
My mind could run a mile on the ceiling
But I shouldn't live like that...
Dimana aku harus menjernihkan pikiran? Sepertinya hanya bisa di tempat ini. Ditemani suasana dini hari dan hamparan perairan luas sungai han bisa menjadi pelarianku ditambah bir dingin yang ku genggam. Menyeruput sedikit demi sedikit, kurasakan bir itu sampai di tenggorokan rasanya memang aneh tapi kurasa aku mulai terbiasa.
Aku bersyukur ada tempat seperti ini didekat apartemenku, dan cukup bersyukur besok aku tidak ada jadwal apa pun. Jadi aku bisa leluasa mengendap dari kamar tanpa ketauan jisoo, jennie, atau pun rose. Mereka pasti akan mengintrogasiku jika aku ketauan pergi dini hari seperti ini.
Hmm, lagu yang kudengarkan masih sama, minumanku digenggaman pun masih setengahnya. Ku tatap lekat hamparan air di sungai, aku ingat beberapa waktu lalu ia membawaku kesini. Lebih tepatnya kami sering menghabiskan waktu disini malam hari, tanpa diketahui.
Pikiranku kacau, semakin ku fikirkan hubungan ini semakin aku berharap, dan semakin aku tau kami tak akan bersama.
Aku mainkan ponsel di genggamanku, membuka situs atau website yang bisa menghiburku sejenak, salah satu yang sering ku lakukan adalah membuka website berisi cerita karangan fans tentang aku dan dia, bisa dikatakan aku membaca fanfiction itu. Aku ikut berhalusinasi berimajinasi jika saja... Kisah cinta indah itu bisa menjadi nyata.
🎶 Is this real or is it just a phase?
Will the pressure be enough to break?
We should fuck, nah I feel like we can't
Your hands glued to my waist
Should I ignore your call when you ring my phone in the middle of the night?
Thinking to myself at the end of the day...
Tiba - tiba ponselku mendapat sebuah panggilan aku lihat dengan jelas layarnya, namun tidak terlalu jelas, aku mengutuk diriku yang payah perihal minum, baru setengah kaleng bir mataku sudah mulai rabun.
Hanbin is calling...
Aku mulai bimbang, aku sedang ingin menjernihkan pikiranku juga perasaanku tentunya, aku sedang rapuh aku tak ingin dia melihatnya. Namun sepertinya aku setengah sadar apa yang ku fikirkan dan yang kulakukan nyatanya tak bisa bersinkronisasi kali ini. Hingga ku angkat panggilan itu.
"halo, Lisa kamu dimana?"
"eumm, a.. aku di tempat biasa uhkk" ah kebiasaan buruk, cegukan di saat mabuk.
"yaaa, kamu mabuk? Ini jam berapa? Tunggu disana" ia mematikan telfonnya.
Dia memang selalu seperti ini, membuatku kesal. Tapi bodohnya aku menyukainya.
Selang beberapa saat aku mulai habiskan satu kaleng, aku meraih satu kaleng bir lagi, namun seseorang menghentikanku.
"aku bilang jangan mabuk lagi lalisa!!" ia menggenggam kalengku, lalu duduk disebelahku merapatkan posisi duduknya padaku.
"yaakk, nanggung satu kaleng lagi sajaaa" aku memohon agar ia mengembalikannya.
Bukannya mengembalikan ia malah membukanya dan meminumnya. "akhhh, aku lebih suka soju"
YOU ARE READING
Love Songs (BLACKPINK X iKON)
FanfictionAll Genre, Fanfiction cast BLΛƆKPIИK X iKON. Ps. Cerita ini dibuat berdasarkan inspirasi dari playlist yang author dengerin ya. ©2018
