Adifa melangkahkan kakinya masuk ke dalam sekolah barunya yang megah tersebut,sekarang ia telah memasuki masa SMA masa dimana ia harus berani dan mandiri.
Hari ini adalah hari pertama anak peserta didik baru melaksanakan MOS atau Masa Orientasi Siswa. Adifa sudah siap dengan memakai pakaian ala ala anak MOS tak lupa juga ia memakai name tag yang terbuat dari kertas karton dan tali rapia.
Adifa Putri Nazla
Itulah nama panjang Adifa, baguskan nama Adifa itu pergabungan antara nama orang tuanya
Sekarang ini ia sudah berkumpul dilapangan untuk menuggu pembukaan MOS oleh kepala sekolah
Setelah pembukaan tadi semua siswa MOS dikasih waktu istirahat dahulu sebelum melaksanakan kegiatan selanjutnya
Adifa ke kantin bersama teman teman SMPnya yang sama sama masuk ke SMA Negeri 5 Bandung
Tak terasa waktu istrahatnya telah habis Adifa dan kawan kawan kembali ke lapangan untuk menunggu kegiatan selanjutnya
Kegiatang selanjutnya yaitu pembagian kelas sesuai keinginan mereka masing masing pada waktu awal pendaftaran
Adifa mendapatkan dikelas X IPA 6 ia langsung mencari kelasnya ia tak satu kelas dengan teman teman SMPnya
Setelah dah menemukan kelasnya Adifa langsung mencari tempat duduk yang nyaman buat dia. Dia tertuju pada kursi belakang paling pojok
Adifa langsung duduk dan tiba tiba ada seseorang yang datang dan menepuk pundak Adifa
Adifa terlonjak kaget
"Hai" ucap seseorang yang menepuk pundaknya tadi
"H...Hai" jawab Adifa
"Kenalin gue Dina Laquisha" sambil mengulurkan tanganya untuk bersalaman dengan Adifa
"Adifa Putri Nazla" jawab Adifa kemudian melepas tangan mereka berdua
"Boleh gue duduk sini?" tanya Dina
"Boleh,duduk aja lagian gak ada yang ngelarang lo duduk sini" jawab Adifa sambil cuek
Meraka pun ngobrol sampai sampai ketua osis masuk ke kelas bersama 3 orang lain dan mereka tidak mengetahuinya
"Selamat Pagi!" ucap Ka Ivano selaku ketua osis
"Selamat Pagi,Kaaaa" ucap semuanya sangat lantang
"Oke gak usah buang buang waktu lagi saya kesini untuk memperkenalkan kalian kepada pembimbing kalian selama MOS berlangsung" ucap Ka Ivano
"Gak usah berlama lama lagi kenalkan nama saya Alvario panggil aja ka Alva kelas 12 Ipa 5" ucap seseorang cowok yang tinggi dan jas yang berada ditangannya
"Nama saya Priska panggil aja ka Iska kelas 12 Ipa 5" ucap seorang cewe sebelah ka alva tadi
" Hai kenalin nama saya Amanda kelas 12 Ipa 2" ucap cewe yang rambutnya digerai
Setelah sesi perkenalan kaka pembimbing selesai kami semua diarahkan untuk kembali ke lapangan untuk melaksanankan kegiatan selanjutnya
Kegiatan selanjutnya yaitu memintakan semua tanda tangan kaka osis
Adifa telah menyelesaikan tugasnya tak terasa waktu makin sore waktuya Adifa pun buru buru pulang kerumah
Adifa langsung ke parkiran sekolahan untuk mengambil mobilnya dan langsung buru buru pulag kerumah karena tubuhnya sidah sangat cape di hari pertama masuknya
Setelah sampai dirumah ia melihat mamahnya sedang ada didepan sedang duduk menikmati sore harinya
"Halo,mah"
"Eh,anak mamah dah pulang. Gimana sekolahnya"
"Bagus mah,nyaman juga. Aku seneng masuk kesana, aku masuk dulu ya mah mau istirahat cape mah"
"Iya sana masuk terus mandi setelah mandi turun makan malam ya"
"Siap boss"
Adifa langsung lari ke kamarnya yang ada dilantai dua,Adifa langsung membersihkan diri tak butuh waktu lama ia keluar dengan pakaian rumahan sambil nunggu waktu makan malam ia lebih memilih rebahan dan memikirkan yang terjadi selama kegiatan sekolah
"Adifa turun,ayo makan malam"ucap mamah
"Iya mah" ucap Adifa sambil turun tangga
Makan malam telah berlangsung dengan tenang tanpa ada yang mengeluarkan suara kecuali dentingan sendok dan garpu
Setelah makan Adifa langsung pamit ke kamar karena ia sudah merasa mengantuk
Sebelum ia tidur Adifa mengambil iphonenya yang berada diatas nakas ia membuka aplikasi instagram dan aplikasi lain sapa tau ada berita
Mata Adifa sudah mulai mengantuk ia langsung menaruh iphonenya diatas nakas dan menchargernya
Tak lama itu Adifa pun sudah berada di alam mimpi
#SEGITU DULU YA
Salam Hangat ❤
Naizarputrifazina
KAMU SEDANG MEMBACA
ADIFA
Teen FictionNyatanya menyukai seseorang yang disukai banyak orang membuat Adifa harus terdiam dengan rasa sukanya. Apa lagi semenjak orang yang disukainya ternyata menyukai orang lain membuat rasa sukanya ia pendamkan dalam dalam Tak disangka Adifa orang yang i...
