Sepasang saudara kembar. Dua kepribadian berbeda yang amat bertolak belakang. Mendapat perhatian yang berbeda, kasih sayang yang berbeda, bahkan, orang tua yang berbeda.
Sepasang anak perempuan kembar, yang diperlakukan berbeda.
Si Bungsu yang selalu dimanjakan. Sulung yang selalu mengalah. Tiada hari tanpa terlewat, Sulung akan selalu mengalah pada Bungsu.
Kasih sayang Ayah tercurah sepenuhnya pada si Bungsu, sedangkan kasih sayang Ibu terbagi 2 kepada kedua anaknya sama rata.
Sulung sendiri tidak tahu mengapa Ayahnya jauh lebih mengistimewakan si Bungsu dari pada dirinya. Apakah karena dirinya berbeda dari yang lain?
Berjalan disaat umur 3 bulan, disaat bayi lain masih merangkak. Berbicara diumur 1 tahun, saat bayi lain hanya bisa menangis. Berlari diumur 2 tahun saat balita lain baru belajar melangkah.
Apakah itu aneh? Apakah Ayahnya tidak suka jika ia berkembang lebih cepat? Sulung sama sekali tidak mengerti.
Apa ia tidak boleh berkembang pesat?
Karena sulung lebih tua, ia diharus mengalah. Bungsu mendapat perlakuan dan kasih sayang lebih, sedangkan si sulung?
Beranjak balita, Sulung mulai mengerti apa yang dirasakan Ayahnya. Ayahnya tidak menyukainya, ayahnya membencinya. Ia tidak tahu dimana letak kesalahannya, namun ia menerimanya.
Namun anak kecil tetaplah anak kecil. Anak kecil selalu ingin diistimewakan. Anak kecil selalu ingin diperhatikan oleh kedua orang tuanya. Disayang dan dimanja.
Sulung tidak boleh mendapatkan ini, tidak boleh mendapatkan itu. Semuanya untuk Bungsu.
Sulung saat itu tidak mengerti apa yang ia rasakan. Sesak, dan perih. Tapi ia tidak tahu harus berbuat apa. Menangis pun ia tidak diperdulikan.
Lalu, apa guna eksistensinya di dunia ini?
Jika ia hilang, Ayahnya tidak akan membencinya lagi.
Jika ia hilang, Ibunya tidak akan kesulitan membagi waktu antara dirinya dan si bungsu.
Jika ia hilang, semuanya selesai.
30 Desember 2002
"Er--!! Janga---- kesana sayang!!"
"Erika cu--butuh per--an! --ka ga bol-- dapet itu? Harus sela-- ---c? Er--bukan anak Papa Ma-- a?"
TINN
"Da--, Pa--- --ma."
Lusa harinya, acara pemakaman diadakan. Bungsu yang saat itu masih kecil tidak mengerti, hanya bisa meratapi saat para orang dewasa membacakan do'a. Melihat orang-orang menimbun sesuatu didalam tanah dengan tanah.
Memperhatikan Ibunya yang menangis, Ayahnya yang menahan air mata. Serta, kakaknya yang sebentar lagi tertimbun didalam sana.
"Sampai jumpa lagi, kakak."
YOU ARE READING
Too Late [END]
Teen FictionNamanya Erika. Erika Noist. Namanya Jason. Jason Clairenst. Bukan cerita tentang badboy, bukan cerita tentang playboy, ataupun cerita tentang most wanted boy seantero sekolah. Hanya tentang Erika yang berusaha melupakan perasaannya pada Jason dan b...
![Too Late [END]](https://img.wattpad.com/cover/146091694-64-k56190.jpg)