Didalam sebuah kamar, seonggok (?) gadis manis sedang tertidur dengan lelapnya tanpa memperdulikan jam yang sudah menunjukkan pukul 6.00 pagi. Gadis itu masih bergelut dengan mimpi indahnya, sampai suara ketukan pintu sedikit mengganggu tidur lelapnya.
Tok..tok..tok..
“Kyla! Bangun woi! Lo gk sekolah apa?!”
Tok.. tok.. tok..
“Kyla! Mama udah manggilin itu! Woi!”
Terdengar helaan nafas dari sang pengetuk pintu.
“Kyl, bodo ya, gw sarapan duluan! Bodo amat, gw abisin sarapan punya lo!”
Hasyakyla Utami Chaesara, nama gadis itu yang masih tenang dalam tidurnya. Tampaknya, kegaduhan yang dibuat saudara laki-lakinya didepan kamarnya itu tidak sedikitpun mempengaruhi tidur lelapnya.
Ceklek
“Sayang bangun. Udah jam 6 ini, nanti kamu telat sekolahnya.” Ucap seorang ibu muda dengan perut besar -menandakan dirinya sedang hamil- lalu duduk dipinggir ranjang Kyla sambil mengusap rambut panjang yang dimiliki putri sulungnya.
“Hmmm.. Ma.. Bentar lagi ya, Kyla masih ngantuk banget.” Jawab Kyla sambil memunggui Mamanya dan kembali memeluk gulingnya.
“Sayang, katanya kamu mau ngumpulin tugas dulu sebelum bel? Nanti telat loh.” Ucap Mama yang membuat Kyla langsung bangun terduduk dan membuatnya kaget.
“Astaga! Kyla lupa!”
“Kamu ini, bikin Mama kaget aja. Udah sana bangun, mandi terus siap-siap sarapan.”
“Iya Ma, makasih udah ingetin aku. Anyway, Goodmorning, Mom!” Ucap Kyla lalu mencium pipi sang Mama.
Ia langsung berlari menuju kamar mandi didalam kamarnya itu untuk membersihkan diri.
Sang Mama tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putri sulungnya itu. Ia lalu berdiri, membereskan ranjang putrinya dan menyiapkan seragam putih abu-abu yang akan dipakai oleh Kyla kesekolah sebelum ia keluar dari kamar putrinya.
***
Dimeja makan, seorang cowo remaja yang tadi mencoba membangunkan Kyla, sedang asik memakan sarapan nasi goreng yang dibuat oleh ibunya, dengan sangat lahap.
Entah memang masakan sang Mama itu enak atau dia yang kelaparan seperti orang yang tak makan berbulan-bulan.
Sang Mama menghampirinya lalu duduk disamping putra nya itu.
“Araz, makannya pelan-pelan. Nanti kamu tersedak.” Ucap Mama.
Setelah menelan makanan dimulutnya, Adistyan Araz Chaesara -nama dari remaja laki-laki itu- menjawab, “Iya Ma, abis makanan buatan Mama enak sih. Aku kan jadi semangat makannya.”
Sang Mama hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Tak berselang lama, Kyla ikut bergabung dengan keduanya dimeja makan.
“Pagi Ma, Pagi bocah cebol.. Jangan ngabisin sarapan punya gw woi!” Ucap Kyla, lalu duduk dibangku disebrang sang Mama.
“Wah, pagi-pagi ngajak ribut nih orang, pakek ngatain gue cebol lagi.”
“Kenyataan. Terima aja.” Balas Kyla dengan cuek lalu berdoa sebelum memulai sarapannya.
Setelah melihat putrinya selesai berdoa, sang Mama berkata, “Kalian ini, masih pagi udah ribut aja. Gk kasian sama dedek bayi diperut Mama denger kakak-kakaknya berantem terus tiap pagi? Hmm?”
“Kyla duluan tuh Ma, nyebelin banget!” Jawab Araz.
Kyla hanya mengangkat bahunya tak peduli, sedangkan sang Mama kembali menggelengkan kepalanya.
