Prolog

249 27 9
                                        

"saya siap."

"camera on.. 1.. 2.. 3"

"selamat pagi pemirsa idol tv, saya Yerim menyiarkan langsung dari halam gedung utama Fantagio Entertainment Company, mengenai konferensi pers yang akan dilaksanakan oleh aktor terbaik selama 5 tahun terakhir di perayaan ke sepuluh tahun kariernya di industri hiburan. 2 menit lagi kira-kira,kita akan langsung menyaksikan pernyataan yang sangat ingin disampaikan oleh Tuan Ong Seong Woo." Yerim menoleh kearah podium yang masih kosong, namun dari dalam gedung ia melihat beberapa orang mulai berjalan beriringan keluar dari gedung utama Fantagio.

"baik pemirsa bisa kita lihat, Tuan Ong Seong Woo didampingi direktur utama Fantagio,terlihat mempersiapkan diri untuk duduk di kursi yang telah disiapkan. langsung saja, kita simak baik baik liputan langsungnya. selamat sore."

Kamera berubah menyorot Ong Seong Woo dan direktur utama Fantagio yang duduk disamping kanannya. Banyak sekali tv nasional maupun internasional yang datang dan melsayakan siaran langsung untuk mendukung konfrensi pers yang di adakan di peringatan ke sepuluh karir aktor terbaik korea selatan itu.

" hmm.. selamat pagi, saya Ong Seong Woo. yang telah kalian ketahui 10 tahun menjadi traine di Fantagio Company, dan masih menjadi Ong Seong Woo yang dinaungi Fantagio Company setelah 10 tahun debutnya. terimakasih kepada seluruh wartawan, crew tv, blue forest, dan siapapun yang hadir pada hari ini. saya sangat bersyukur dapat berjumpa dan berbagi kebahagiaan bersama kalian semua di 10 tahun peringatan debut saya di dunia hiburan ini.

Hari ini adalah perayaan sepuluh tahun setelah saya debut. Tentu kalian semua ingat,diawali dengan kemenangan saya pada sebuah ajang pencarian bakat. 11 orang termasuk saya melaksanakan debut sebagai grup idola yang paling dicari pada masa itu. Kami dihargai, dihormati, memiliki penggemar, bisa berkarya sesuai cita-cita kami, mendapat uang yang cukup untuk membahagiakan orang tua kami, bahkan berfoya-foya untuk kebahagiaan yang selama ini kami inginkan. Golden Age.

Grup idola, Wanna one. saya sangat ingat saat itu memiliki dua adik yang imut dan swag, mereka bertanggung jawab menjaga style dan sikap kami. sosis-sosis gila,yang pink dan agak gosong.yeah- tentu kalian tahu bagaimana kehebatan duo sosis itu selama ini. ibu yang sangat menyayangi kami,memberi makan dan mengasuh kami dengan sangat baik. pasangan anak dan ayah yang saling meledek gerakan tari masing masing yang sama sama anehnya karena gairah dan naluriah yang menggebu, peri awan yang hobi berterbangan, berlarian, meloncat loncat tanpa sayap hingga seorang yang..... hmm sangat saya cintai,pada saat itu."

ongniel!! ongniel!! ongniel is sience!!

"saya bersyukur sekali, tempat dimana saya bernaung hingga hari ini selalu mendukung. Memberikan banyak penawaran yang baik, menjaga hak dan kewajiban saya agar semua berjalan lancar, dan membiarkan saya meraih mimpi yang selama ini saya cita-citakan. Percayalah saya benar-benar seorang traine aktor,bukan idol. Tapi agency saya mengharuskan kami semua belajar semua tentang seni,mengasah kemampuan saya, membuat saya mencicipi pahit dan manisnya persaingan. Hingga kalian yang saat ini melihat saya, saya yang kalian temukan bersama Wanna One.

Setelah kontrak bersama wanna one berakhir, menurut kalian apa yang ada dalam pikiran saya? Apakah saya harus menjadi solois? Meminta agensi saya membuat grup idol lain? Melanjutkan karier aktor yang seharusnya saya tekuni? Atau mengikuti variety show sebagai pelawak dan pewara? Itu semua memang ada dipikiran saya. Tapi, tidak benar benar seperti itu. Logikanyanya , saya sudah menggapai cita-cita saya, uang yang saya kumpulkan cukup untuk membahagiakan kedua orang tusaya dengan hidup sebagai Ong Seong woo yang sederhana. Saya memiliki pengalaman baik dunia musik,aktor, dan pewara. Seharusnya saya sudah merasa, puas. Dan hanya perlu mempertahankannya,

Tapi tidak dengan hati saya.

Sesungguhnya saya memikirkan bagaimana hubungan kami setelah wanna one. Saya memikirkan bagaimana saya bisa berjalan disampingnya,sekedar berjalan jalan dengan mobil, melihat sungai han yang dingin sambil berpelukan dan potongan ayam ditangan kami, meminum wine,bir,soju yang amat kami sukai bahkan kami mendapatkan kamar yang sama selama ini. Dan, saya harus merelakan itu?"

Zero (OngNiel)Dove le storie prendono vita. Scoprilo ora