"Siapa namamu?"
"Pindahan dari mana?"
"Namaku -------"
"Hai, aku ------"
"Aku ------, semoga kita bisa akrab"
"Kau ingin masuk Klub apa?"
"Masuk Klub ---- dong!"
Kata-kata itu tanpa henti dikatakan oleh orang-orang yang sekarang ini melingkari tempat duduk seorang Lilian. Banyak sekali orang yang bertanya, membuat Lily agak muak untuk menjawab apa-apa.
'menjadi seorang murid baru itu cukup merepotkan'
YOU ARE READING
Amicus
Teen FictionBukan kisah persahabatan yang klise dan penuh cinta dan kasih sayang. Melainkan sebuah kisah persahabatan yang semakin pudar karena konflik yang tak memiliki solusi. Toh, namanya juga realita.
